Terjerat Gairah si Om Suami
lanjut Jena, suaranya kini lebih pelan tapi penuh penekanan, “Mas Abas nggak pernah minta apa pun dari aku. Nggak pernah paksa aku milih dia. Tapi dia selalu ada, bahkan waktu aku sibuk ngejar orang yang cuma bisa nyakitin aku.”
Air mata kembali menggenang di matanya, tapi kali ini ia tidak menunduk atau berusaha menyembunyikannya. “Sekarang aku sadar, yang namanya cinta itu bukan cuma tentang siapa yang datang duluan… tapi siapa yang tetap tinggal, meskipun tahu semua sisi buruk kita.”
Radit mengepalkan tangannya kuat-kuat, matanya menatap Jena dengan getir. “Jadi, segitu aja? Semua yang kita punya, kamu tinggalin gitu aja?”
Hot Chapters