Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kerayon patah

Kerayon patah

jawab melani masih memperhatikan niki Ohh .. sebelumnya ada kelu gak atau pembicaraan rumah orang itu didaerah mana " ujar driver itu Oh iya dia bilang rumahnya satu arah sama rumah saya, tapi sepertinya ini bukan arah menuju rumah saya " ujar melani agak bingung Mungkin dia hendak main dulu atau membeli sesuatu mungkin non " jawab driver masih terus waspada
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
AIR MATA PERNIKAHAN

AIR MATA PERNIKAHAN

kata bara dnegan wajah berbunga. “Iya sih, mas lumayan. Tapi rumah yang di perumahan itu rumah aku ya mas tetep. Aku nggak mau jual rumah itu,” kata Arum dengan melihat wajah suaminya. “Hem, iya iya oke deh, tenang aja kalau gitu dan nanti Bella akan datang..dia bakalan ngajarin kamu tentang kerjaan kamu. Kalau udah bisa kamu bisa kok usaha sendiri. Kamu harus mulai dari hal yang kecil.dulu Arum,” jelas Bara dengan sabar melihat wajah Arum.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Hartaku Unlimited (Mereka Ingin Membuatku Miskin)

Hartaku Unlimited (Mereka Ingin Membuatku Miskin)

"Bu RT ngomong sama siapa, sih?" tanya Bi Munah. "Ah, enggak kok," jawab Bu RT. "Kok, dari nada bicaranya terdengar nyindir gitu?" "Aduh, biasa lah ada orang yang mendadak terkenal gara-gara beli rumah baru, terus ngadain acara syukuran. Niatnya mungkin mau sekalian pamer ya, tapi sebenarnya itu rumahnya belum lunas." Bu RT menjawab sambil beranjak pergi, dan pamit pulang duluan.
9.999.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

ujar Alma lucu. “Oh itu itu not bad, jadi kamu panggil ‘ti-Na’. Oke ya,” ujar Alana. Sementara Alma yang diajak bicara hanya mengangguk-angguk. Ben pun hanya menggeleng melihat sang istri yang sibuk mengajari Alma berbicara. Sementara itu Bara sedang duduk berdua dengan Bizar di belakang rumah. “Bagaimana perkembangan nya, Pa?” tanya Bara kepada Bizar setelah mereka sarapan dan duduk di gazebo taman belakang rumah.
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 640 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Dikhianati Diranjang Pernikahan

Dikhianati Diranjang Pernikahan

“Aku cuma mau sarapan bareng, tapi rasanya aku kayak orang asing di rumah ini.” Rania mendengus pelan tanpa menoleh. ‘Ck! Dasar benalu.’ batinnya jengah. Bima menghela nafas panjang. Kepalanya terasa berat. Ia tahu betul, sekali saja ia memihak, api kecil bisa berubah jadi kebakaran besar. Rumah ini sudah cukup rapuh, ia tak sanggup menambah retakan. “Sudahlah…” ucap Bima akhirnya.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Sepuluh Ribu dari Suami Pelitku

Sepuluh Ribu dari Suami Pelitku

kataku membuat Rumi langsung menatapku dan juga melihat isi pesan nya. [Maaf banget, Abang gak punya nyali lagi di rumah kamu. Abang punya banyak sekali rahasia. Kamu mau tau apa saja, Dek? Temui Abang di taman dekat rumah ya nanti malam.] Nanti malam? Aku menoleh ke Rumi yang tampak menggaruk kepala nya. "Ya ampun, kenapa gak bicara di rumah aja? Udah kayak anak kecil pakai segala kabur dari rumah." Rumi terlihat kesal sekali.
1012.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Celine (Babysitter Kesayangan Tuan Aksara)

Celine (Babysitter Kesayangan Tuan Aksara)

“Mbak, rumah kita sekarang hancur tak bersisa.” “Apa, Dek?” tanya Celine kaget. “Iya, Mbak. Rumah bude juga rubuh.” “Apa sedang ada gempa bumi di sana? Kalian baik-baik saja kan?” tanya Celine mulai panik. “Kami baik, Mbak. Baim dan Bima tinggal di rumah Bude inah.” “Budenya ada? Mbak mau ngucapin terima kasih sama beliau.”
931.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

Apakah yang barusan bicara itu adalah Kak Zaki yang dinginnya kayak kutup utara dan selatan. “Kok malah bengong? Katanya mau pergi? Nggak jadi?” ucapnya sambil tersenyum. “Ja.... jadi kok... cuma...” “Cuma apa? Kayak orang linglung gitu, ini Nih kebiasan kamu, Rum, suka banget melamun jadinya nggak fokus,” tebaknya sok tahu. “Nggak kok, Rumi nggak melamun, cuma lagi mikir aja.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

Setelah melihat ketiga gereja yang dimaksud, yang semuanya hanya memakai bahasa Indonesia, akhirnya mereka sampai juga di rumah. Untunglah Mama dan Iparnya tidak bertanya macam-macam, tentang pertemuan kembali dengan Andi tadi. Sondang merasa capek juga. Ingin tidur sore rasanya. .**********
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
MAAF MAS, AKU MEMILIH BAPAKKU YANG PIKUN.

MAAF MAS, AKU MEMILIH BAPAKKU YANG PIKUN.

] Rani mengirim emoticon meledek. “Heh! Kan, apa kata ibu. Kamu sih, terlalu percaya pada wanita kampung itu. Sekarang kita mau menjual rumah ini saja sulit, sementara kita belum bisa menemukan di mana keberadaannya. Seandainya ketemu pasti akan ibu ulek mulutnya itu dengan ulekan sambal!” Juleha emosi membaca balasan pesan yang dikirim Rani pada Mande.
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status