Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

Karena besok hari Minggu dan aku akan menjual baju lama yang belum laku. Ku siapkan semua baju lama, ku siapkan juga menekin dan beberapa gantungan. Setelah selesai aku pulang. Ternyata di depan rumahku ada seorang pria. Dia sedang berbicara dengan ibu. Aku melihat juga ada mobil yang terlihat masih baru. "Assalamualaikum, Bu. Ibu beli mobil?" tanyaku. "Eh enggaklah," jawab Bu Minah. "Mas ini nanya rumahnya Bila, tapi orangnya gak ada," kata Bu Minah.
1036.4K viewsCompletedAdded to Library 727 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
PRISONER of HEAVEN

PRISONER of HEAVEN

“Hanya itu? Aku tak yakin jika hanya berdasarkan bentuk rumah dan bahasa yang bahkan di sendiri tidak jelas mengucapkannya” “Sepetinya bukan rumah.” “Lalu?” “Sebentar, biar ku ingat sebutannya. Eum.. itu.. rumah besar –apa yaa?” “Hah, kau benar-benar memancing emosiku” Carl mengaktifkan mode loudspeakernya sembari menunggu Benneth berhasil menemukan ‘sebutan’ yang ia maksud. “OH, MANON! Eh? Apakah aku benar?”
105.2K viewsCompletedAdded to Library 186 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Miskin itu Memalukan

Miskin itu Memalukan

“Biar nanti aku bicara sama mas Rumy deh, mau diapakan rumahnya.” “Yo wes, gitu aja. Kalau begitu, aku tak pulang dulu.” Lek Barno mengenakan lagi topinya dan pulang dengan naik sepeda motor. Aku jadi berpikir bagaimana kalau rumah tersebut di huni mamaku saja, ya? Rumahnya juga lumayan besar, sudah tembok semua, tinggal masuk saja. Dekat sama pasar dan pinggir jalan desa. Mama bisa tinggal di sana bersama Siva. Secara kalau mama sama papa mertuaku kembali dari Sumatra, kan nggak perlu sungkan untuk menyuruh mama pergi.
9.35.9K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Pesona Ibu Susu Anakku

Pesona Ibu Susu Anakku

"Oh ya ngomong-ngomong ... katanya Bapak ingin bicara sama aku. Bicara tentang apa, Pak?" "Nanti kalau sudah sampai, aku kasih tau." "Bicara di sini saja, jangan di rumah, Pak. Nanti Mbak Weni atau mertua Bapak curiga kalau kita ada hubungan." "Siapa juga yang mau bicara di rumah?" tanya Bima. Dia menjeda ucapannya sebentar sebelum kembali berkata, "Nah! Kita sudah sampai. Ayok turun dan kita bicara."
1076.6K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
ARTI SEBUAH PERBEDAAN

ARTI SEBUAH PERBEDAAN

Tanya Juna Ke Takumi Zhang. “Ya, yuk, kita lihat rumah, jadi nanti saya ke kota ini tidak tinggal di hotel lagi, tapi sudah ada rumah. Nanti itu akan menjadi rumah kita ya, sayang.” Kata Takumi Zhang bicara dengan Kartika Lee dengan bahasa gado gado, sebentar pakai bahasa Inggris dicampur dengan bahasa Indonesia. Ya, asal mengertilah yoo.
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 354 Times as bel rumah bisa bicara
Show Reviews (22)
Read
+Library
Masandra
hallo para pembaca saya, terima kasih ya. hayo kasih masukan. Apakah ada yang senang jika saya perkenalkan Robert Zhang sama dengan Kartika lee? tapi ya, masih harus berjuang keras Robert untuk menaklukkan Kartika yang cuek itu.
repetition
Ceritanya bagus, kak. Kalo berkenan, bisa mampir ke ceritaku, ya. Judulnya "Anak-Istri Kalah dengan Teman Suami." Kisah ini menceritakan sosok perempuan tangguh yang berjuang untuk mempertahankan keluarganya. Terinspirasi dari kisah nyata, terima kasih ...️
Read All Reviews
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

350. Ruli mau ikut (Bagian C) Akut turun dari motor, sambil mencebik sinis diam-diam. Bi Ramlah memang sangat pandai berbicara, bijak sekali dia kalau di dengar oleh orang awam, sayangnya aku sudah profesional dan aku sudah tahu bagaimana sifat aslinya. Aku mendekat ke arah mereka dan mendudukkan diri di teras rumah Bude Jum, yang memang mempunyai undakan tangga sedikit untuk naik ke atas teras.
9.6236.0K viewsOngoingAdded to Library 6.4K Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

Vyas Cornanilaerebuselevi lestari
Aku lalu berkendara pulang ke rumahku naik motorku. Terakhir kali aku memutuskan untuk tidur di sofa, Menara Pisa masih tegak. Aku merebahkan diri di atas sofa ruang tengah rumahku sambil tersenyum memikirkan bagaimana Bree akan membalas leluconku? Dia menyukai banyak hal yang sama denganku. Kami bicara dalam bahasa yang sama. Kadang kala yang kumaksud bukan Indonesia maupun Belanda, melainkan bentuk komunikasi yang lebih spesifik, bahasa yang hanya dimengerti oleh Bree dan aku, yang akan membuat orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan?
104.3K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Ku Temukan Rumahku

Ku Temukan Rumahku

Bi Sarmi tersenyum "Non.. saya selalu berada di rumah ini, jadi saya tinggal disini selama ini. Kebetulan ada Non, dan tuan serta teman-teman pembantu di rumah ini, jadi saya tidak hidup sendiri Non" "Sepertinya Bibi yang paling lama disini ya" "Benar non.. sebelumnya bahkan hanya saya dan satu orang pembantu ketika Nyonya masih hidup. Tapi setelah kematian Nyonya, Tuan menambah beberapa pembantu lagi, dan supir" "Benar.. rumah ini memang menambah pembantu lagi semenjak Ibu meninggal. Tapi seakan rumah ini sudah tidak terlalu hidup semenjak Ibu meninggal, walaupun faktanya memiliki beberapa penghuni baru"
3.1K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
kubalas hinaan mertua dan iparku

kubalas hinaan mertua dan iparku

Jawab ibu degan suara membentak "Ibu..!!! Apa ibu tidak malu degan kelakuan ibu itu? Sementara rendi sudah pernah memberi uang kepada ibu, apa itu tidak cukup bu!? Tanya bima yang sudah jengah degan sifat ibunya "Baiklah kalau kamu tidak mau membelikan ibu rumah, ibu akan Tinggal di rumah itu!" Kata ibu yang tak tau malu "Maaf bu ini rumah ku jadi aku tidak mengizinkan ibu Tinggal di sini!" Kata reva yang geram degan kelakuan bu marni
102.4K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Setelah lama terdiam, pria itu berkata pelan: > “Rumah itu sudah menandai kalian. Kalian membawa potongan dari rumah itu bersama kalian. Selama rumah itu berdiri, kalian tidak akan pernah bebas.” Zaki bertanya, “Kalau kami hancurin rumahnya?” Pria itu menggeleng. > “Itu bukan sekadar bangunan. Rumah itu hidup. Selama ada yang mengingatnya, rumah itu akan selalu ada… di dunia ini atau dunia lain.” Tiara menunduk, suaranya nyaris tak terdengar. “Jadi… apa yang harus kami lakukan?” Paranormal itu menatap mereka tajam.
10812 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status