Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Cantikku Ternyata Lampir

Istri Cantikku Ternyata Lampir

Siti memukul kecil dada bidang Bima. “Siapa yang merayu, memang kenyataannya begitu." Kinu Bima berganti mengecup jemari Siti. Sang istri membalas dengan senyum malu-malu. Siti mendekatkan kepalanya bersandar pada tubuh Bima dalam satu selimut. Jemari Bima pelan mengelus punggung halus Siti sambil membayangkan masa depannya kelak. “Sepertinya kita harus beli rumah yang lebih besar, yang ada tamannya dan banyak kamarnya.” “Kenapa? Rumah ini juga nyaman. Lagi pula kamu sudah beli apartemen kemarin, apa tidak sayang punya banyak rumah tapi tidak ditempati?”
102.3K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Aku Rela Menukar Pecundang dengan CEO

Aku Rela Menukar Pecundang dengan CEO

Ucap Rumi. "Aku harus benar-benar bisa menghapus ingatan alex dalam otak dan pikiranku!" Ucap Rumi lagi. Rumi berjalan perlahan untuk masuk ke dalam rumah, namun langkah nya terhenti saat mendengar suara yang sangat dia hapal dan ingat suara milik siapa itu.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Setoran Bulanan Untuk Mertua

Setoran Bulanan Untuk Mertua

Tentu saja atas pengawasan Bumi. "Apa? Kamu mau tinggal di sini? Kenapa? Ada masalah apa lagi?" Embun terkejut saat mendengar Bumi berbicara pada Bastian. Apa benar Bastian ingin tinggal bersama mereka? Kenapa mendadak? Dan ada masalah apa di rumah mertua? Embun bertanya-tanya. "Ibu mengusirku …," ucap Bastian. --------------------
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 620 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Keluarga Laskar Paracendekia. Di suatu masa di bulan Ramadan … “Bee, kau perlu mengubah etikamu agar bisa ikut lomba debat di Bali tahun depan,” ucap mr. Bima.” “Aku ndak suka berdebat Sir!” “Ini bukan debat kusir lah, Bee,” respon mr. Bima merendahkan nada. “Terus?” “Kau pernah lihat Rocky Gerung berbicara liar penuh filosofi di acara ILC?”
102.2K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Terjerat Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Terjerat Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Segera, panggilan itu pun tersambung. "Amel." "Bu, ketika aku pulang kerja hari ini, aku mencoba membicarakan tentang pembelian rumah dengan Dimas. Tapi dia memberitahuku kalau rumah di Amarilis nggak bisa diandalkan. Kemungkinan besar itu akan menjadi proyek yang terbengkalai," kata Amel dengan suara pelan. Mendengar itu, Lili tertegun sesaat dengan jantung yang serasa berhenti berdetak. Kemudian, dia bertanya, "Apa? Akan menjadi proyek yang terbengkalai?"
9.326.7K viewsCompletedAdded to Library 641 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Kebangkitan Istri yang Dikhianati

Kebangkitan Istri yang Dikhianati

“Belum, Bu.” “Sama sekali?” Lela terheran. “Iya. Vania jarang membahas soal keluarganya.” Bima membelokkan mobilnya, memasuki komplek perumahan mewah. Terdengar Rika yang berdecak kagum saat melihat jejeran rumah yang besar itu. “Berarti, Mas Bima juga baru pertama kali ke sini dong?” Tanya Rika. “Begitulah,” Bima melirik sekilas ke layar ponselnya. Mobilnya semakin mendekati titik rumah Vania yang tertera di g****e map.
1010.6K viewsOngoingAdded to Library 211 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
KALI KEDUA

KALI KEDUA

“Ah tidak apa. Saya kebetulan bisa berbahasa Indonesia. Itu tidak akan sulit bukan?” “Apa?” Byanca sontak menukar bahasanya. Ia berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia. “Me-mengapa Anda bisa berbahasa Indonesia. Mungkinkah anda mempelajarinya?” Bu Shim sedikit menghela napasnya, membuat ketidaknyamanan melintasi Byanca. Ia segera berkata. “Ah, maafkan saya Bu Shim. Saya sangat polos. Itu sangat mungkin bagi Anda mempelajari bahasa apapun. Saya berbicara terlalu melantur.” Ia mengutuk mulutnya yang suka berbicara ceplas-ceplos.
1047.4K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Mendengar hal itu, mereka hanya terdiam dan sesekali saling menatap kebingungan atas apa yang kuceritakan. “Hmm … Suara? Mungkin itu tikus, Sayang. Di rumah ini kan cuma ada kamu, Tasya dan Robi aja. Kamu juga pernah lihat ada tikus yang berkeliaran di sini, kan?” “Bukan, Bu! Bukan! Suaranya kaya orang yang lagi jalan sambil turun tangga!” seruku meyakinkan ibu. “Iya, mungkin itu tikus yang gede banget. Jadi, terdengar seperti langkah kaki. Oh, mungkin dia mau ngajak kamu main? Hahaha,” seru ayah berusaha menenangkanku dengan gurauan.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 189 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Dilamar Presdir yang Menyamar

Dilamar Presdir yang Menyamar

“Bukan masalah bagus enggaknya, tapi kenyamanan. Di sini ada Kak Nawa, aku berasa ada temannya. Ada Mak Ida juga. Beda di sana nanti. Aku sendiri.” “Kamu belum lihat rumahnya, kan? Ini tadi aku sempat foto.” Bima mengeluarkan ponsel dan menunjukkan foto rumah barunya. “Kenapa kamu beli rumah nggak minta pendapatku dulu sih, Bim?”
9.946.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Kami mendaftarkan lagi barang-barang apa saja yang sekiranya harus dibeli lagi karena kurang, sebelum seorang wanita paruh baya lewat di depan rumah kami dan menyapa. “Selamat sore, Mas dan Mba pasutri yang akan tinggal di sini ya? Perkenalkan, saya Rukmi, panggil sama Bu Rukmi. Tinggal di rumah sebelah sana.” Ia menunjuk rumah bergenting warna hijau yang di pekarangannya banyak tanaman. “Selamat sore, Bu. Kami belum menikah, tapi ya segera. Saya Rama, ini Maria.” Aku menyalami Bu Rukmi, Maria juga.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as bel rumah bisa bicara
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status