Rumah Kakek
Mendengar hal itu, mereka hanya terdiam dan sesekali saling menatap kebingungan atas apa yang kuceritakan.
“Hmm … Suara? Mungkin itu tikus, Sayang. Di rumah ini kan cuma ada kamu, Tasya dan Robi aja. Kamu juga pernah lihat ada tikus yang berkeliaran di sini, kan?”
“Bukan, Bu! Bukan! Suaranya kaya orang yang lagi jalan sambil turun tangga!” seruku meyakinkan ibu.
“Iya, mungkin itu tikus yang gede banget. Jadi, terdengar seperti langkah kaki. Oh, mungkin dia mau ngajak kamu main? Hahaha,” seru ayah berusaha menenangkanku dengan gurauan.
Hot Chapters