Pijatan Nikmat Sang CEO
Pengalaman masa lalu telah membentuk pertahanan yang rapuh, membuatnya selalu merasa tidak berdaya.
"Aku belajar," kata Arissa, "bahwa membela diri bukan berarti menjadi agresif. Membela diri adalah tentang menunjukkan kebenaran, tentang berdiri tegak dengan martabat."
Momen itu terasa begitu intim. Bukan sekadar percakapan pasangan kekasih, tapi pengakuan mendalam tentang pertumbuhan pribadi. Nathaniel melihat Arissa bukan hanya sebagai perempuan yang ia cintai, tapi sebagai sosok yang inspiratif.