REINKARNASI
terang Kakek tua menjelaskan.
“Baiklah jika begitu. Sekarang aku mohon pamit dulu, Kek,” Buana mengelurkan dompetnya lalu meletakkan selembar uang seratus ribu. “Ini untuk Kakek semua, tidak usah kembalian,” lanjutnya tersenyum ramah.
“Oh ya, terima kasih sekali, Nak. Kamu sangat baik. Siapa namamu?”
“Nama saya Buana, Kek. Kalau nama kakek siapa?”