Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERONDONG

BERONDONG

Lang gw pergi dulu Gw udh bikinin bekel diatas kulalkas *kulkas Buahmya udh dipotongn didlmkulkas Dimakan abjsin, gak mw tw gw 05.58 Read Maya memanyunkan bibirnya. Sudah panjang lebar Maya mengetikkan pesan untuk Elang. Namun, Elang yang tidak berperasaan mengabaikan pesan Maya. "Padahal online" gerutu Maya sebal.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai benak
Baca
+Pustaka
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

neoreul ilhgo sipji anh-a Aku tak ingin kehilanganmu beautiful my love Indah cintaku beautiful your heart Indahnya hatimu It's a beautiful life Ini adalah hidup yang indah sesang-e neowa dalm-eun chueog-i Kenangan yang menyerupai dirimu tto deong-geureoni naege namgyeojyeoiss-eo Masih tinggal dalam diriku neowaui gieog neowaui chueog Ingatan bersamamu, Kenangan bersamamu It's a sorrowful life Itu adalah hidup yang menyedihkan sorrowful day Hari yang Menyedihkan seulpeum-eul igiji mothaneun naege Aku yang tak bisa menang melawan kesedihan sorrowful life sorrowful day Hidup yang menyedihkan, hari yang menyedihkan nae gyeot-eseo tteonajima
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai benak
Baca
+Pustaka
Suddenly We Meet

Suddenly We Meet

"Ayo kita obati! Di dekat sini ada klinik, An. Kita obati di sana, ya?" Keenan mengikuti arah pandang Ana dan baru menyadari ada seseorang yang ternyata duduk di sebelah perempuan itu. "Ben, lo di sini?" "Beni yang nolong gue tadi." Ana buru-buru menjelaskan entah untuk apa. "Makasih," ucap Keenan. "Gak perlu makasih ke gue," balas Beni datar.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai benak
Baca
+Pustaka
BROKEN HEART

BROKEN HEART

pinta Lili “siap non” jawab mang Beben dan membukakan pintu untuk Lili Lili turun dari mobil langsung menuju ruang khusus UKM PMI ada dua kakak kelas disana juga ada pak Ali disana mau tidak mau Lili harus menyapa
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai benak
Baca
+Pustaka
Pernikahan Rahasia Dengan Sepupu Tampan

Pernikahan Rahasia Dengan Sepupu Tampan

Tak perlu waktu lama, layar ponselnya menunjukan detik jam yang mulai berjalan menandakan panggilan telah tersambung. "Ben, kamu berangkat bawa motor sendiri ga?" tanya Ana pada teman satu universitas yang sama. Ben adalah seorang pria yang pernah menjadi teman satu SMA dengan Ana dan hanya bertahan dalam satu semester. Entah karena apa Alfin Beniqno yang kerap kali disapa Ben tersebut harus kembali menempuh pendidikan di tanah kelahirannya-Jakarta sehingga memisahkan mereka untuk beberapa tahun terkahir. "Bawa, mau ikut?"
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai benak
Baca
+Pustaka
Terbelenggu Takdir

Terbelenggu Takdir

“Nat, kalau gitu gue balik duluan ya.” “Eh, iya. Sekali lagi sorry ya, Ben. Mungkin lain kali.” “Gampang.” Beno berlalu setelah melambai dan berpamitan pada Natya dan Nita. Dua wanita itu melihat kepergian Beno sampai tubuhnya menghilang di belokan parkiran. “Apanya yang lain kali?” tanya Nita langsung. Natya menghela napas pelan. “Nit, gue match sama orang semalem.” mengabaikan pertanyaan perama Nita.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai benak
Baca
+Pustaka
Dipaksa Nikah

Dipaksa Nikah

Pekiknya. Hadeh… manusia kerempeng bernama Lea sekarang sudah gelandotan macam ubur-ubur dengan tentakelnya di tangan Ben. Salah ngomong, eyke…senjata makan tanaman kalau begini. Baru ngeledek Ben jadi sepupu kalau di luar apartemen, udah dapat bala macam begini! Aku mengikuti Ben yang sudah terlilit tentakel ubur-ubur beracun langka dari purbakala bernama Leanikus bau kakus, mereka berjalan menuju ruangan khusus milik Ben.
1021.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 610 kali sebagai benak
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

tanya seorang gadis berambut lurus menunjuk tempat kosong disampingku. “Sepertinya begitu,” jawabku, masih sambil menata kardus dan koran sebagai alas tidurku. “Perkenalkan, namaku Irine, kamu?” tanya gadis itu lagi, kini tangannya telah terulur dihadapanku. “Hai, namaku Renjana, salam kenal,” jawabku hangat dengan senyuman diwajahku saat menjabat tangannya. “Banyak banget barangmu Rin,” kataku membuka obrolan dengan teman pertamaku.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai benak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status