Hati Seorang Perempuan (Indonesia)
"Dengar Senja, mungkin bagi Kamu dan perempuan-perempuan diluar sana, kami para laki-laki ini ibarat buaya yang tidak akan pernah menolak bangkai. Tapi ketahuilah Sayang, bahwa sebejat-bejatnya laki-laki diluar sana, pasti suatu saat mereka akan lelah melanglang buana dan akan pulang. Seperti itulah Abang saat ini Sayang. Kamu, Langit dan Bintang adalah rumah Abang.
I love you to the moon and back, Babe."
Sabda mencium sayang kening Senja yang masih sedikit lembab oleh sisa-sisa percintaan panas mereka.
"Kamu tidak ingin membalas kata-kata cinta Abang walaupun sedikit Sayang? Tidak inginkah kamu memberikan jawaban atas kata-kata Abang tadi hmmm? kalaupun mungkin kamu susah untuk berpuisi dan