Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

HAHAHAHAHA “JADI JANG, ” “MESKIPUN TADI KAMU BERTERIAK DENGAN SEMANGAT YANG MEMBARA, NAMUN TETAP SAJA, AKU YANG AKAN MEMENANGKAN PERTARUNGAN INI. " HAHAHAHAHA
9.8683.3K viewsCompletedAdded to Library 23.2K Times as berbaring kangkang
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
Boss Baru itu Ayah Anakku

Boss Baru itu Ayah Anakku

“Sedikit masih ada sisa rasa, mungkin karena gue udah ikhlas kali yah jadi rasa yang gue punya itu semakin hari semakin berkurang!” Caramel mengaggukkan kepalanya, “Bagus deh!” ucap Caramel, dia berjongkok dipinggir sungai sambil memainkan air. Kemal ikut jongkok, “Bagus kenapa?” “Gue gak mau punya adik ipar kayak lo!” ucap Caramel sambil tertawa tak lupa juga dia menyipratkan air pada Kemal. “Sialan lo!” Kemal membalas Caramel dengan cara yang sama.
1031.0K viewsCompletedAdded to Library 681 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Dendam Membara Sang Pewaris!

Dendam Membara Sang Pewaris!

Di depan sana Verra dan kedua orang tuanya tersenyum menatap ke arah kedua orang itu yang berjalan semakin mendekat. “Maaf terlambat,” ucap Aldan. “Ow tidak. Pestanya masih belum dimulai,” jawab Hendrawan. “Duhhh lucunya.” Seorang wanita mengelus kucing dengan gemas. Dia adalah Sari Sartika, Mama kandung Verra. “Pasti kucing ini buat mamaku ‘kan?” tanya Verra. “Iya ini buat tante.” Aldan memberikan kucing itu pada Sari. “Happy birthday, Tante.”
8.436.6K viewsOn holdAdded to Library 732 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Mengapa pujian dunia selama ini terasa begitu hampa jika hanya satu kalimat dari Jevan bisa menghancurkannya hingga tak bersisa? Tiba-tiba, keheningan kamar yang mencekam itu pecah oleh suara yang tidak terduga. Lisa terkekeh geli, sebuah tawa yang bermula dari tenggorokan dan perlahan naik menjadi tawa kering yang hampa. Ia mengusap wajahnya dengan kasar di depan sisa-sisa cermin yang masih menggantung, mengoleskan warna hitam dan merah ke seluruh pipinya tanpa rasa jijik. "Aku harus berdandan seperti Mela," bisiknya dengan suaranya yang tidak lagi gemetar.
804 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Belenggu Membara Sang Penguasa

Belenggu Membara Sang Penguasa

Serta gaun gelap yang ia kenakan robek sedikit di sisi paha, memperlihatkan kulit yang memar. "Kalau kita keluar sekarang, maka kita akan mati," kata Raka. "Kalau kita diem, juga mati," balas Livia cepat. "Jadi bilang aja, apa rencana B." Raka meliriknya sekilas. Di tengah kekacauan, ada kilat aneh di matanya. Entah itu kagum Atau putus asa? "Kamu berisik, tau?" gumamnya.
752 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Menikahi Tuan Tanah Misterius

Menikahi Tuan Tanah Misterius

Kilat amarah dan cemburu yang luar biasa pekat berkobar di sana, membuat rahang tegasnya mengeras rapat. Bara terlihat seperti singa ladang yang siap menerkam mangsanya saat itu juga. Tapi, dia benar-benar tidak bisa berkutik. Di sebelah kami, Asih sedang berdiri mematung dengan wajah canggung dan bingung maksimal. Sebagai pria yang sangat disegani dan dihormati di desa ini, gengsi dan wibawa Bara terkunci rapat. Dia tidak mungkin mengamuk atau menarikku secara kasar di depan mata guru polos itu. Jadilah suamiku si Capybara itu hanya bisa diam mematung, menahan badai cemburu di dalam dadanya hingga urat-urat di leher dan lengannya menyembul tegang.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
OBSESI BERGAIRAH

OBSESI BERGAIRAH

Angkuh, pongah, tidak terbatas. . . . Bersambung ....
102.1K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Kissing Partner Sang Tuan Muda

Kissing Partner Sang Tuan Muda

sentak Kara. "Aku tidak mau mengganggu mu dan dia." Ujar Bara, dingin. "Bara ... please! Jangan bercanda seperti ini." Tukas Kara. "Aku tidak bercanda Karamel! Aku ini sedang cemburu!!" Sebut nya lalu mematikan telepon nya.
5.3K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Ibu Susu Anak Dosenku

Ibu Susu Anak Dosenku

"Ngapain lo natap gue kayak gitu, ada apa?" "Gue cuma gak nyangka aja, kalo lo berani ngelakuin hal ini. Padahal lo termasuk yang paling cupu di antara semua temen-temen kita," ungkap Bara ambigu tetapi memiliki konotasi yang buruk alias mengumpat. "Maksud lo?" tanya Greg tak mengerti. Bara mengangguk-angguk santai tetapi tatapannya tajam, lalu mengeluarkan tabletnya sebelum membuka gambar dan video yang sontak membuat Greg langsung pucat pasi.
9.9106.9K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Purba Mahkota

Purba Mahkota

“… I … i-itu.” Sama halnya seperti Purbasari yang tak pernah menyangka bahwa kakaknya akan memarahi dan meninggikan suara terhadapnya sampai separah ini, si orang bersangkutan, Purbararang, … juga tak pernah menduga kalau ia akan mendapatkan satu hari penuh dengan kemarahan besar, yang dapat membuatnya menjadi meledak-ledak semacam ini. “Dasar tidak berguna!” umpat Purbararang, menusuk sanubari Purbasari.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 136 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status