Pelukan Hangat Sang Letnan
Di sela-sela kesibukan penuh itu, pernikahan mereka bukan lagi sekadar acara pesta, melainkan garis finis dari perjuangan panjang mengalahkan ego, trauma, dan jarak.
Malam itu, di barak asrama yang sunyi, Galang memejamkan mata sambil memegang ponsel di dadanya. Di kamar kos yang sederhana, Salwa melakukan hal yang sama. Meskipun raga mereka tak bersentuhan, doa dan kerja keras mereka bertemu di langit yang sama. Mereka sedang tidak hanya menunggu waktu pernikahan, mereka sedang membangun fondasi yang kuat untuk itu, fondasi yang dibangun dari rasa rindu, tanggung jawab, dan kerja keras yang tak pernah padam. Sang Elang dan wanitanya, meski sibuk dengan dunia masing-masing, selalu tahu ke a
Hot Chapters