Jeratan Sang Penguasa
"Memang begitu, Nek. Istri saya tahu apa yang harus dilakukan."
Di luar ia tampak seperti wanita paling beruntung. Di dalam, ia hancur berkeping-keping. Adrian hanya bisa mengepalkan tangan di sisi lain meja, menatap piringnya dengan pandangan yang kosong, menyadari bahwa wanita yang dulu ia janjikan akan ia jaga, kini berada di tangan orang yang paling berkuasa sekaligus paling berbahaya—dan ia tak berdaya melakukan apa pun.