Binar Kalbu
“Rine, lu enggak bakal putusin gue kayak mantan-mantan lu yang lain, kan?”
“Tergantung, Bi. Tergantung sekuat apa lu sama gue.”
Cewek dengan kaus hitam polos itu langsung merebahkan diri sehingga Abbian pun tak kuasa untuk menolak. Keduanya sama-sama merebahkan diri, memberikan kehangatan satu sama lain tanpa kata, tanpa aba-aba. Abbian memandang cewek di hadapannya, cewek yang bertahun-tahun dia inginkan. Sementara Rine menahan gejolak di dadanya, begitu dahsyat. Bibir Abbian yang merah kehitaman mengecup keningnya, kedua bola matanya, dan ciuman itu terus menurun sampai bawah. Selimut putih membungkus mereka dalam kenyamanan berlimpah. Rine mengelus rambut Abbian, menyampaikan setumpuk per
Hot Chapters