Senyuman Pandemi
Dia tak perlu menunggu Arkana memelototinya untuk merayakan keberhasilannya mengakali pemuda berkulit putih itu.
“Oh, bukan uang rupanya. Hanya angin lalu,” ujar Bisma sambil melambai-lambaikan tangannya di udara, seolah-olah menepis angin.
“Kau salah tempat kalau bersajak di sini,” sahut Arkana.
Bisma makin tertawa. “Kau benar. Aku seharusnya pergi ke FIB,” jawabnya. “Tapi, rindu memanggilku kemari. Aku harus bagaimana, Ar?”
الفصول الرائجة