Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Itu bukan kekuatan, tapi pemahaman—pemahaman bahwa setiap pilihan, setiap tindakan kasih, setiap upaya untuk memahami, adalah sebuah benteng melawan Senyap yang Mematikan. "Kita tidak bisa melakukan ini sendirian," kataku, suaraku sekarang memiliki kedalaman baru. "Kita harus membawa pulang pelajaran ini. The Silence tidak bisa dikalahkan dengan pedang atau energi spiritual. Dia hanya bisa ditahan dengan makna—dengan kisah, dengan cinta, dengan koneksi." Kami meninggalkan Nexus dengan hati berat. "Perwira Harmoni" membawa kami kembali melalui gerbang, meninggalkan kota kristal yang sekarat untuk menjalankan tugas barunya.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as better to remain silent
Read
+Library
Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Ezra terkikik di tempatnya, Kael langsung melirik tajam. “Dalam situasi seperti ini, kau tahu bahwa komunikasi itu adalah hal yang penting, kan?” Suara Aurora pelan, sedikit bergetar. Kael mengangguk, dan segera merengkuh tubuh Aurora ke pelukannya. “Maafkan aku, lain kali aku tidak akan lupa me-nonaktif-kan mode silent setelah meeting.” “Jangan pernah berjanji untuk hal yang selalu saja kau langgar, Kael!”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as better to remain silent
Read
+Library
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Di balik kilauannya, Cindi tahu cinta itu sudah busuk dan mati. Meski menyakitkan dan berat, Dia bukan tipe orang yang larut dalam masa lalu. Dia selalu bisa berjalan ke depan dan tidak akan menoleh ke belakang. Beban berat yang selama ini menindihnya, perlahan mulai terangkat dan dibawa pergi oleh angin laut dan ombak. “Terima kasih,” katanya. Hanya dua kata, tapi terasa seberat gunung.
6.4K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as better to remain silent
Read
+Library
Pengantin di Gerbang Hitam

Pengantin di Gerbang Hitam

“Dia ingin kendali. Dan kendali paling aman adalah yang tidak terlihat.” Sunyi kembali turun. Di luar, angin menggerakkan tirai tipis. Di dalam, dua orang sedang menimbang langkah yang akan menentukan bukan hanya perusahaan... tapi hidup mereka sendiri. “Kita balas?” tanya Arden. “Tidak sekarang,” jawab Aruna tegas. “Hari ini kita diam.” “Diam akan terlihat lemah.” “Tidak jika diamnya terukur.”
10997 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as better to remain silent
Read
+Library
Malam Panas dengan Atasan Mantan

Malam Panas dengan Atasan Mantan

“Ah, aku harus bagaimana?” Dengan satu tarikan napas panjang, Catherine akhirnya menekan tombol silent, membiarkan ponsel itu tetap bergetar di tangannya. Untuk saat ini, ia harus memikirkan cara yang lebih efektif, mungkin bukan hanya dengan bujukan, tapi dengan tekanan yang lebih nyata. “Sudahlah... aku cuma punya satu pilihan saja. Aku harus fokus.”
1084.4K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as better to remain silent
Read
+Library
Don't Be Silly. It's Precious

Don't Be Silly. It's Precious

Dia lalu mulai memetik gitar khayalan itu dan bernyanyi. “We were love drunk waiting on a miracle. Trying to find ourselves in the winter snow. So alone in love like the world had disappear. Oh I won’t be silent and I won’t let go. I will hold on tighter ‘till the afterglow. And we’ll burn so bright ‘till the darkness softly clear. Oh I will hold on to the afterglow.”
105.7K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as better to remain silent
Read
+Library
Silent love

Silent love

ancam rey sambil menunjukan sebuah poto Ternyata kemarin rey merekam semuanya dengan kamera tersembunyi,letta hanya terdiam hatinya benar-benar hancur serasa ingin mengutuk takdir. Kenapa dipertemukan dengan lelaki bejat seperti rey. "gimana masih mau putus"ucap rey dengan senyum liciknya "sekarang ikut aku!" Rey meninggalkan kang ojek sendirian sambil memberi selembar uang seratus ribuan
103.6K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as better to remain silent
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Lalu kenapa kau memilih untuk diam? Jawabanku meluncur tanpa ragu. Karena diam adalah opsi yang paling menguntungkan. Tinta hitamku mengotori halaman demi halaman. Aku menjadi saksi atas kelalaianku sendiri. Aku mendokumentasikan bagaimana aku secara sadar membangun tembok ketidaktahuan. Aku merinci momen-momen di mana aku bisa saja bertanya pada Arjuna tentang nasib vendor yang ia hancurkan, namun aku memilih untuk menutup mulut rapat-rapat.
9.470.3K viewsOngoingAdded to Library 1.9K Times as better to remain silent
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Ujian Terakhir: Satu Kalimat yang Harus Ditulis Untuk keluar dari Sela, mereka tidak bisa berjalan mundur. Mereka harus menulis satu kalimat tapi kalimat itu harus: Tidak menghapus keheningan, Tidak menghina sunyi, Dan tidak merusak ruang di antaranya. Kai mencoba: “Kami akan terus melawan.” → Kalimat itu menghilang, terlalu keras. Salma mencoba: “Kami akan diam.” → Kalimat itu tenggelam, terlalu patuh. Faris menggigil. Ia menulis:
2.4K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as better to remain silent
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status