Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Dingin Dengan CEO Arogan

Pernikahan Dingin Dengan CEO Arogan

Bugh Bugh “Bodoh.” Bukan hanya kepalan tangan. Dahi juga Anggara lampiaskan pada dinding berulang-ulang hingga memerah. Tangan sama nampak merah dan memar bahkan ada jejak darah pula di kepalan tangannya dan itu tidak ada tanda-tanda Anggara menunjukkan rasa sakitnya. “Astaga, Anggara!” Bunda Zia yang selesai beribadah langsung berlari. Mengabaikan suaminya yang baru saja mencerna apa yang terjadi.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
BOS AROGAN ITU TUNANGANKU

BOS AROGAN ITU TUNANGANKU

Tatapan nyalang dan seolah saling menantang keduanya pun terjadi. Susan beranjak, menghampiri Vico. Kini keduanya berdiri sejajar berhadapan dan masih saling menatap tajam. "Kamu yang bicara tidak sopan lebih dulu. Sebaiknya kamu minta maaf sebelum ku robek mulutmu yang kotor itu. Dasar, pria Arogan!" Vico semakin tersulut. "Aku tidak pernah memukul wanita sebelumnya. Jangan salahkan aku jika itu akan terjadi untuk yang pertama kali."
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
Mengandung Benih Bos Arogan

Mengandung Benih Bos Arogan

Mahanta langsung bangkit dari sofa dan ingin pergi dari rumah itu. “Jangan temui perempuan itu lagi, Maha. Ziana sudah membohongimu.” Mahanta membalik tubuhnya cepat menatap Intan yang masih dengan ekspresi yang sama. “Apa maksud mama? Ziana bohong apa?” “Tadi mama nggak sengaja melihat Ziana di jalan. Dia bersama seorang anak kecil, perempuan. Dan anak perempuan itu memanggilnya ‘buna’. Apa kamu tahu tentang ini, Maha?”
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Kontrak Mafia Kejam

Pesona Istri Kontrak Mafia Kejam

Tanpa diduga, Agnes bangun dan menurunkan boxer yang dikenakan Brice. Boa besar itu sudah mengeang sempurna. Agnes terperangah dan meneguk kasar salivanya. “Sepertinya kamu sudah benar-benar membangunkannya sayang, jadi kamu harus bertang—” “Akh!” Brice menggeram nikmat saat Agnes menjulurkan lidahnya dan menjilati batang boanya. Tanpa ragu Agnes semakin dalam memasukkan boa Brice ke dalam mulutnya, bahkan wanita cantik itu memainkan lidahnya di dalam sana.
9.7193.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
Membawa Pergi Benih Sang Mafia Kejam

Membawa Pergi Benih Sang Mafia Kejam

"Boom! Hehe." Angela mengeluarkan suara seolah-olah bom meledak. Dia begitu senang waktu yang tertera di bom berhenti tiba-tiba. Gadis mungil itu melempar pandangan pada B, Lopez dan Angelo seketika, seakan-akan menyombongkan kemampuannya. Angela melempar tank ke sembarang arah lalu melipat tangan di dada dan mengangkat dagu dengan angkuh. "Tuh kan benal, kabel walna pink, Angela kelen kan?"
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
Mas, Baksomu Ngangenin

Mas, Baksomu Ngangenin

ucap Mayang, janda cantik nan seksi tetangga Andre dulu. ”Abis, Mbak,” sahut Andre ketus. “Dih, pelit amat. Baunya aja masih ada, itu juga masih banyak. Masa udah abis,” protes Mayang. “Duh, mending Mbak Mayang minggir deh. Kami udah lama ngantri nih,” celetuk seorang gadis. “Tau nih, baksonya ga dijual sama Mbak Mayang, ga peka amat,” celetuk gadis remaja.
209 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
Bos, I'm Pregnant!

Bos, I'm Pregnant!

“Koper kita.” Fara menatap suaminya seolah mendengar sesuatu yang sangat mustahil. “Kita berangkat BabyMoon seminggu ke Bali, Mas. Seminggu! Aku lagi hamil, bajuku harus banyak. Obat-obatan, skincare, sandal, baju santai, baju tidur—” “Sudah ada di Bali.” jawab Sean dengan normalnya seperti tidak ada kebingungan sedikitpun di kepalanya.
9.718.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 715 kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
Bos Aneh Dan Nyebelin

Bos Aneh Dan Nyebelin

“Hmm,” tegur Elang yang membuat Isti melompat mundur dengan kedua tangan terangkat ke atas. Cewek itu perlahan-lahan menurunkan tangan kemudian berlari melewati Elang. Wajahnya yang matang seperti tomat membuat cowok itu enggan bertanya. Dia mengalihkan pandangan pada bosnya yang masih mematung. Alis sebelah kiri terangkat.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

Dalam sekejap terlintas pertanyaan di kepala Ansel. “Emm! Rav? Apakah mulai sekarang aku harus memanggil gadis itu RATU,” tanya Ansel sambil menepuk pundak Arav dengan ragu. “Bicara apa kamu! Dia itu muridku?” jawab Arav dengan datar. “INGAT! MEREKA ITU MASIH DIBAWAH UMUR,” tegas Ansel meninggikan nada. Arav bingung tidak tahu maksud perkataan Ansel.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
Dear Kakak Kelas

Dear Kakak Kelas

Untung saja Ria dan Alana belum keluar dari kelas, jika tidak teriakan dari Ria akan mengusir seluruh makhluk gaib di SMA Pancasila. "Angga, itu Vicky, to?" Pace menyenggol lengan angga, berharap agar Angga melirik orang yang sedang dimaksudkan oleh Pace. "Iya, Ce. Gila tu bocah, boncengin cewek lagi," sahut Angga. "Itu Nona siapa he? Beta baru lihat ini." tanya Pace. "Au ah. Asing mukanya, gak kenal gue," sahut Angga acuh.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai bocah angon
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status