Jebakan Bidadari Rumah Sakit
Adindabaju pasiencerita pijat merangsangcerita obat perangsang wanita
Setelah membalas pesan, Marto berkata dengan wajah yang tampak kesulitan, “Susan, sebenarnya nggak boleh ngomong samamu. Tapi karena kau orang luar, aku bisa bocorkan sedikit. Kau nggak boleh bilang sama orang lain ya.”
Mataku melintas kegembiraan.
Aku pura-pura polos dan mengangguk dengan acuh tak acuh, tetapi aku berusaha mengingat informasi yang diberikan Marto.
“Akhir-akhir ini, pengendalian obat-obat impor akan dibatalkan.”
“Rumah sakit yang banyak menimbun obat untung banyak.”
Mendengar ini, aku nggak langsung mengirim pesan, melainkan terus bermesraan dengan Marto untuk beberapa saat. Lalu aku mencari alasan dan keluar dari ruangan dengan membawa ponselku.
Hot Chapters