PELAN PELAN SAYANG
Suasana menjadi hening seketika, namun di dalam kepala masing-masing, titik temu benang merah sepertinya mulai terhubung.
“Um... Tapi... Apa penyebabnya?” tanya Wanda kali ini, suaranya mengecil karena merasa atmosfer di ruangan itu kian memberat.
“Itu... ah, masa lalu Mama kamu dan... Bude kamu. Masih remaja, masih gadis. Dulu... mereka itu memang banyak penggemarnya di sini. Ya cantik, ya tinggi, putih, pokoknya idaman. Sampai akhirnya mereka sempat menyukai salah satu laki-laki yang sama,” ucap Damanik terjeda sejenak, tatapannya menerawang jauh ke masa puluhan tahun silam.
인기 회차