Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Ia menatap tulisan itu lama, sebelum akhirnya berkata pelan, hampir berbisik, “Baik, kalau perang yang kamu mau, perang yang kamu dapat.”
Pagi datang dengan sisa kaca pecah dan bau cat yang masih menyengat di udara. Aisyah tidak tidur semalaman, duduk di ruang tamu dengan mata sembab, sementara Arga masih di depan kios, menatap tulisan hitam besar di temboknya: “Palsu.” Kata itu seperti menampar harga dirinya setiap kali ia mengedip. Ia tak bicara apa-apa, hanya diam, seolah menimbang sesuatu dalam pikirannya yang gelap dan berat. Aisyah keluar perlahan, memegang cangkir kopi yang sudah dingin. “Ga, masuk dulu… nanti kamu sakit,” ucapnya pelan. Arga hanya menggeleng, matanya masih menatap te
Chapitres populaires