Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
Pak Herman menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang dipenuhi oleh memori puluhan tahun silam saat mereka bertiga masih berjuang bersama dari nol di tanah air sebelum terpisah oleh jarak benua.
”Aku, Husodo, dan Cipto adalah sahabat karib sejak kami masih kecil di kampung. Kami tumbuh bersama dalam kemiskinan, melewati masa-masa sulit yang sangat perih. Dan kenyataannya, Husodolah yang meraih keberhasilan dan mengentaskan hidup kami berdua hingga bisa menjadi pria terhormat seperti sekarang ini. Tanpa modal dan kebaikan hati ayahmu, Pram, aku tidak akan pernah menginjakkan kaki di tanah Belanda ini, dan Cipto tidak akan pernah mengelola perusahaan besar di Indone