Tawa anak tengah malam
“Eh, Bro, kok, dia tahu kita mau datang? Jangan-jangan dia pasang CCTV gaib di rumahmu.”
Arman mendesah, menepuk kepala Bima pelan. “Diam, Bim!"
Mbah Sastro menoleh menghadap dua sahabat yang masih saling berbisik itu. Tatapannya dalam, menusuk, seolah bisa membaca isi kepala mereka. “Kalian sudah melihat boneka itu, bukan?”
Arman tercekat. “Mbah, Mbah tahu soal boneka itu?”
“Benda itu bukan sekadar mainan. Itu wadah. Ada jiwa yang terjebak di dalamnya,” ucap Mbah Sastro pelan.
Hot Chapters