Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembantu Berbahaya

Pembantu Berbahaya

Didorong oleh amarah, Axton melesakkan kejantanannya, menghancurkan batas terakhir Alya. Alya tersentak keras, punggungnya melengkung ke atas. Rasa sakit yang tajam dan tak terduga menusuk, memotong napasnya. Udara tercekat di tenggorokannya, dan ia mengeluarkan suara rintihan kesakitan yang teredam di pelukan Axton.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as bravest
Read
+Library
Revenge

Revenge

kata Glagah membungkam Diara. Seseorang menabrak Diara tepat di depan pintu ruangan reservasi mereka. “Maaf,” kata orang itu membantu Diara yang terjatuh. “Tidak apa-apa,” kata Diara menepis tangan orang itu dan meraih tangan Glagah. “Maafkan saya kurang berhati-hari, Nona,” kata orang itu lagi. “Tak apa, Tuan, silakan melanjutkan urusan Anda. Istri saya baik-baik saja,” terang Glagah membuat laki-laki paruh baya itu menundukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan mereka.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as bravest
Read
+Library
AFRAID

AFRAID

bisik Braja. “Tapi …." “Pergilah!” Braja melepas tangan Maya dari bahunya. Wanita itu bergerak perlahan berlindung di belakang tubuh kekasihnya untuk segera berlari. “Berhenti!” teriak Kapten Dewa. Dor! Dor! Dor! Braja langsung menghalangi tembakan yang mengarah kepada Maya. Tubuhnya penuh luka terjangan peluru. Dia mengorbankan dirinya dan tewas seketika.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as bravest
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

tekan Devada, batang besi yang berada di genggaman ia benturkan pada tanah hingga menimbulkan bunyi yang khas. “Semua orang yang bertindak anarkis dan merugikan orang yang lemah maka akan menjadi urusanku!” Rahang Devada mengeras. Serangan brutal ia lancarkan pada perempuan berlagak seperti pahlawan tersebut. Namun, sosok berjubah itu menerimanya dengan sangat tenang. Hingga pada akhirnya, kebrutalan Devada berbalik menghancurkan dirinya sendiri.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 291 Times as bravest
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

“Biasa.” “Wih, keren lo. Juara satu terus. Lo emang paling hebat.” “Bisa aja lo.” “Mumpung lo menang gimana kalau lo traktir kita.” Ketiganya menoleh pada Regan yang baru saja datang. “Nah, setuju gue sama Regan.” “Ya udah, gue traktir.” Beno dan Regan bersorak senang, sedangkan Vian hanya diam.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as bravest
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

teriak Ocin seorang diri. Ocin mengacak-acak rambutnya sendiri dan sesekali memukuli tubuhnya. "Kenapa?! Kenapa aku hidup dengan kondisi fisik seperti ini?! Kenapa aku tidak berani melawan mereka bertiga?!" Ocin tertunduk lesu dengan kemarahan dan rasa sedih yang meluap-luap. Tanpa terasa air matanya mulai menetes terjun bebas ke tanah. Kini Ocin menyenderkan punggungnya kembali ke tembok. Sesekali menyeka air matanya yang hanya sedikit itu, Ocin menatap langit yang hampir sore itu.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as bravest
Read
+Library
Kembalinya sang Prajurit Terbaik

Kembalinya sang Prajurit Terbaik

tegur seorang polisi militer, sarkas. Barra terpaksa pergi. Dalam hati merasa berontak karena diperlakukan tidak adil. Kecintaan terhadap negaranya, sosok Barra memiliki semangat juang melebihi teman satu angkatannya. Bahkan beberapa medali penghargaan sudah dia terima walau masa dinasnya baru seumur jagung. Siapa yang tidak mengenal sosok muda bertalenta tinggi, di lingkungan dinas Barra dijuluki sebagai Jaguar, sebab ketajaman perasaan dan juga intuisinya.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as bravest
Read
+Library
Safe Haven

Safe Haven

Jawab Teddy dengan enteng, tak lama kemudian kuda yang ditunggu-tunggu oleh Teddy dan Valen pun tiba. Salah satu dari mereka memiliki badan yang lebih besar disertai bulu yang berwarna hitam pekat, Teddy bilang nama kuda itu Brixton. Sedangkan yang lebih kecil dengan warna cokelat muda bernama Georgia. Valen mendekat ke arah Georgia dan mencoba membelai kepalanya, Georgia menundukkan kepalanya seakan meminta Valen untuk tidak berhenti. Valen tertawa melihat itu dan terus membelai Georgia.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as bravest
Read
+Library
Pendekar Sabre

Pendekar Sabre

Gadis itu tertawa dengan nyaring. "Tidak ada yang bisa melukaiku. Aku penganut kultivasi iblis, tidak mudah untuk melukaiku," ucap gadis itu. "Dengan bangganya kamu mengatakan kamu menggunakan kultivasi iblis," ucap Zizi ikut berdiri di hadapan gadis bertopeng. "Tentu saja aku bangga. Aku bisa mengalahkanmu," jawab gadis bertopeng. "Aku melihatmu memakai ilmu sabre keluarga Li. Siapa kamu sebenarnya?"
1015.5K viewsCompletedAdded to Library 356 Times as bravest
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Raut muka Ashton tenang, namun kilau matanya berbahaya. "Hukum tertinggi Bareksa adalah melindungi. Mutlak. Nggak bisa digantikan, nggak bisa diwakilkan. Kamu udah tahu itu. Jadi, sekali lagi kamu ngomong gitu, aku yang bakal potong lidah kamu. Ngerti?" Nala tidak mengira Ashton semarah itu. Ia menganggukkan kepala dengan gugup. Lebih baik menghindari perselisihan dengan orang seperti Ashton, apalagi Nala mengetahui dengan baik seperti apa kemampuan pemuda itu.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as bravest
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status