Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

Wandra memarkirkan motornya di luar area restricted dan berdiri sebentar, membiarkan matanya menyapu pemandangan di depannya. Liontin berdenyut lagi. *"Gedung pergudangan. Yang paling ujung. Nomor tujuh belas. Di sana ada sebuah peti kayu yang baru saja diturunkan dari kapal yang datang dari utara. Peti itu berisi sesuatu yang seharusnya tidak ada di dunia ini—sesuatu yang dibuat di sebuah tempat yang oleh manusia zaman ini disebut negeri dongeng, tapi sesungguhnya sangat nyata: Konoha."*
1032.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 746 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

“Selamat Anda mendapatkan satu buah kapur barus dan baygon untuk bunuh diri besok," Cunnul meledekku setelah sampai di suatu bangunan kosong, tempat Umi mengiringi kami semua. “Baygonnya pakai buat buka puasa aja, Nul,” balasku sambil tetap melangkah masuk. “Natalie, dengan wajah warna-warni akhirnya telah hidup kembali. Namun ternyata selama ini ia telah diuji oleh Bee, dalam permainan ciptaannya sendiri. Kerja bagus, Bee!”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
Upik Abu jadi Nyonya

Upik Abu jadi Nyonya

"Saya Bu Nyai, pengasuh pondok pesantren Al Hikmah di Bogor tempat Ananta belajar." Lagi-lagi Gita membelalak. "Oh iya, Bu Nyai. Ada apa? Apa ada sesuatu dengan Ananta?" "Oh, tenang, Bu. Tidak ada apa-apa. Ananta baik-baik saja. Saya menelpon Ibu cuma mau minta tolong. Apa Bu Gita punya waktu untuk datang ke pesantren? Ada yang mau saya sampaikan terkait dengan Ananta."
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Bayan angkat goloknya hendak hendak menebas kepala Bayu. Akan tetapi, orang ke empat yang dari tadi diam saja tiba-tiba bergerak menjambret bumbung bambu yang masih menggantung di bahu Bayan seraya langsung membantingnya ke lantai. Brakk! Bumbung bambu pecah dan mencelatlah sebuah benda berat berguling ke lantai. Patung kecil berwarna kuning berbentuk rupa dewa Whisnu.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
Nyonya Satu Miliar

Nyonya Satu Miliar

tanya gadis itu saat melihat sesuatu yang memantulkan cahaya di balik semak belukar. SREK! "Waah!" Manik hitamnya berbinar tak kala melihat sesuatu yang indah di depan sana, itu adalah sebuah danau yang besar. "Aku tidak menyangka ada danau di kediaman ini," ujar Khania sambil berjalan mendekati danau. "Sungguh indah." Danau itu dikelilingi oleh hutan yang lebat, hewan-hewan di sana pun beragam.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Angin kering berhembus menyapu perbukitan Sewu di wilayah Kewu, membawa serta aroma debu dan semangat pembangunan yang mengawang di kejauhan. Di atas sebuah bukit karang di utara Banyu Nibo, Mpu Kumbhayoni, yang kini telah resmi menyandang gelar kebanggaan Rakai Walaing, duduk diam di atas punggung kudanya yang berwana kelabu tua. Jubah kebesaran dengan hiasan patra bermotif kepala raksasa terukir halus menyelimuti tubuhnya, simbol kekuasaan yang baru ia genggam erat. Dari ketinggian posisi mereka, matanya yang tajam menatap jauh ke bawah, ke arah lembah di mana ribuan pekerja tampak serupa semut yang sedang menata batu dan menumbuhkan kemegahan dua karya arsitektural agung: istana Mamatripu
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

Senyum itu sesempurna senyum patung dewa Yunani yang pernah dilihat Wati pada buku di rak buku besar milik keluarga Sultan. “Jadilah istriku,” ujar Byzan. Suara lelaki itu sehalus semilir angin yang bertiup. *** Wati pulang dengan hati berbunga. Seumur hidup, baru kali inilah dia merasakan betul-betul dihargai sebagai perempuan. Sesampainya di rumah, ia langsung memanggil-manggil Lily. Ia tak sabar untuk meceritakan kabar gembira hari ini.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
Finding Nami  ( INDONESIA )

Finding Nami ( INDONESIA )

Mereka akan sesekali pulang ke apartemen jika menginginkan suasana lebih privat. "Aku sudah siap, Kak," Nami menarik sebuah koper kecil yang berisikan barang-barangnya. "Bawakan oleh-oleh yang banyak dari Hawai, Aunty." ucap Clara sambil menggendong salah satu bayinya. "Ck, mandi sana, kamu tidak takut Naka akan tergoda dengan wanita yang lebih terawat tubuhnya. ejek Nami. "Silakan saja, aku pastikan Naka akan gila jika aku menghilang. Kakakmu tidak bisa bercìnta dengan wanita lain selain aku."
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

tanya Bibik. “Mau mencari Mawar, Bik. Tolong bilang dari tamu istimewa ya,” pinta Vanya. “Baik, Non. Tolong tunggu sebentar,” kata Bibik sambil mempersilahkan Vanya masuk, dia tidak tahu jika Vanya adalah bekas nyonya juga di rumah Purnomo. Bibik menuju kamar Mawar tidak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu, saat Mawar menyuruhnya masuk barulah Bibik membuka pintu kamar itu sendiri.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
Sebening Tirta

Sebening Tirta

Masih terngiang ucapan Ganesha bulan lalu dalam jaringan roaming internasional. Satu hari lalu, direktur memintaku menemani hadir dalam sebuah konferensi tertutup. Saat mengetahui siapa saja peserta konferensi itu, mendadak perut ini mual. Ini bukan sekedar konferensi biasa. Ini pembicaraan bawah tanah dan hal yang telinga ini tangkap setelahnya membuat diafragma seolah diberi tekanan berat. Membuatku tak hanya mual, tetapi sekaligus sesak napas. Manusia-manusia itu sudah hilang waras.
9.33.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai bu nyai nur watucongol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status