Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Pinggang yang langsing itu gesit berajak naik ke atas tubuh Kecek. Waktu subuh telah terbit, menyisakan kenikmatan bagi kedua manusia yang telah usai memadu kasih, dan meninggalkan bercak darah yang menjadi bukti cinta Sarah, di malam itu. “Hari ini rombongan dari Sri Baduga, akan memulai pelayaran ke Borneo.” Ucap Parjo yang menghirup kopinya di pagi itu.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai buah badung
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

“Oh iya Kas, lu ngapain ke rumah gue? Dan tahu dari mana lu rumah gue? Stalker ya lu?” “Astaga, lu kalau tanya satu-satu dong Bad. Ni ya gue ke sini tadi bareng Bang Magenta. Nih, mau balikin handphone lu.” “Handphone gue? Kenapa bisa ada di elu?” “Ya, tadi ke bawa gue pas lu di UKS.” “Gue di UKS?” “Iya elu, siapa lagi.” “Ngapain?” “Bad, lu amnesia ya? Kepala lu tadi sakit, sampai dikerubunin banyak orang lu tadi.”
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai buah badung
Baca
+Pustaka
Serendipity in Magnanimous

Serendipity in Magnanimous

ujarnya seraya mengeluarkan selembar uang dari dompet di dalam tasnya. "Wih, banyak banget. Mau ekskul pasti biar nggak kelaperan ya." Si abang mengeluarkan kresek bening lalu mengisi penuh dengan batagor ditambah bumbu kacang. "Iya, mau ekskul, tapi batagornya bukan buat gue sih," jawab Tristan. "Lah jadi?"
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai buah badung
Baca
+Pustaka
Merajut Asa

Merajut Asa

Joseph mengulurkan tangan membantu Jovita berdiri. Jovita meraih tangan Joseph. "I'm okay. Thank you," sahutnya. Ia kemudian menepuk-nepuk tangan ke paha dan pantatnya, berusaha membersihkan celana dari tanah yang menempel. "Binatang apa itu?" "Grävling. Badger," sahut Joseph berusaha mengartikan nama binatang itu ke dalam bahasa Inggris. Setahu Jovita, badger sejenis musang. Ia pernah melihat musang di Indonesia, tapi tidak sebesar tadi dan sepengetahuannya jarang menyerang manusia.
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai buah badung
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Baca Semua Ulasan
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Kini mereka berada di Situ Buleud, Danau kebangaan kabupaten Purwakarta yang dulunya merupakan tempat pemandian badak. “Situ Buleud ya?” Kata Alfi. “Musuh seperti apa yang akan kita hadapi disini ya?” Tanya Herman. “Sebentar.” Kata Kartika mengotak-atik drivernya. ”Ketemu!” Lanjutnya. “Bagaimana?” Tanya Herman. “Jenis kelamin: Laki-laki, penampilan: buruk, hobi: ngebully orang.” Jelas Kartika. “Informasi macam apa itu?” Tanya Herman heran.
915.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 589 kali sebagai buah badung
Baca
+Pustaka
Gadis Bodoh [Bego]

Gadis Bodoh [Bego]

tegur Mamanya. Altha menelan semua roti dimulutnya sambil mengusap tangannya yang sakit. "Tapi kan Mama yang bilang jangan mubazirin makanan, entar makanannya nangis." Ya, Mamanya memang pernah bilang gitu pas Altha makan satu tandan pisang yang baru dia beli dari tukang kebun. Jengkel lihat sikap Altha udah kayak mangki baru lihat banana akhirnya dia mengatakan pada Altha harus menghabisi semua pisang itu, kalo gak dihabisi mubazir entar pisangnya nangis. Padahal perkataannya waktu itu hanya ucapan kesal sesaat, tapi hari ini dia sendiri harus menerima teguran dari anaknya mengenai jangan mubazir.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai buah badung
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Justin mengepalkan kedua tanganya dan menatap lurus, dengan deru napas kasar. Pembawa acara, mengambil mikrofone dan berkata "Barang lelang kali ini Ada kalung liontin permata biru, yang terbuat dari giok dan berilan." Sebuah kain penutup di buka. Kilauannya memantulkan cahaya. “Harga dimulai dari tiga miliar.” Justin terpaku sesaat. “Tiga dua.” jackob berkata sambil mengangkat papan nomor. “Tiga emat.” sambung yang lain.“Tiga tujuh.”kata pria berkaca mata. Justin masih terdiam mengamati, Jackob terkekeh, lalu kembali mengacungkan papan nomornya. “Lima miliar.” sambung Jackob, lalu menyunggingkan seulas senyum.“Apakah ada yang lebih tinggi, dari nomor dua?” dengan percaya dirinya Justin berk
895 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai buah badung
Baca
+Pustaka
BUNGA KEDUA

BUNGA KEDUA

Bunga kembali bertanya kepada Reno. “Aku sudah bicara dengannya,” jawab Reno. “Baiklah, kalau begitu, Reno. Saya sudah siapkan tiket bulan madu untuk kalian, karena Bunga sedang hamil, maka saya putuskan kalian bulan madu ke Bali saja, tidak perlu ke luar negeri,” ucap Nathan. “Kak, sudah Bunga bilang, Kakak enggak usah melakukan itu semua, Bunga dan Mas Reno tidak ingin bulan madu ke mana-mana,” ujar Bunga dengan sedikit kesal.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai buah badung
Baca
+Pustaka
Budak Hasrat

Budak Hasrat

Mataku memutar, siapakah penghuni kamar ini? Hingga pandangan mataku menuju pada sudut ruangan yang penuh dengan tumpukan kado, tuan Marcell melepas tangannya dariku dan memeberi isyarat padaku untuk mendekat kearah kado-kado tersebut. "Kado itu sudah banyak yang usang, tapi aku bisa menjamin mungkin isinya masih baik-baik saja"
1014.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai buah badung
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong. "Ai..." Sapa Aska. "Iya, ada apa As?" Tanya Aini bingung. "Maaf soal cake tadi, kamu mau cake rasa apa biar nanti aku antar kerumah!!" "Nggak perlu Aska, Mama sudah buat cake untuk aku," Tolak Aini. "Minggir minggir, tongkrongan Lo itu disana," usir Rama "Bener, tongkrongan Lo itu bareng anak-anak yang terkenal akan kekayaannya tetapi sombong," sambung Reza menimpali ucapan Rama.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai buah badung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status