Pesugihan Genderuwo
Matanya menghindar dari pandangan Ratih yang semakin tajam.
"Karena... karena... pasar itu cuma buka malam hari, Tih!" jawabnya terbata, mencoba terdengar meyakinkan. "Kalau pagi atau siang, mereka tutup. Hanya malam saja mereka mau terima barang-barang seperti ini," tambahnya, namun suara Bagas terdengar semakin cemas.
Ratih mengernyitkan dahi. "Tapi, Mas... Pasar yang buka malam? Apa itu pasar biasa? Kenapa cuma malam?" tanyanya semakin mendalam, matanya masih penuh tanda tanya.