Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Hanya kabut yang membentuk dinding dan lantai, membentuk ruang dari perasaan, bukan dari materi. “Apa ini...?” tanya Arga, suaranya seperti diserap udara. “Ini bukan ruang biasa,” jawab Rian. “Ini alam antara. Tempat sebelum roh lahir dan sesudah tubuh mati.” Alura melangkah ke tengah ruangan, dan tiba-tiba, cahaya menyala di lantai. Tujuh lingkaran spiral terbentuk. Tapi hanya enam yang bersinar. Satu, yang berada di tengah, masih gelap.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai bukan ruang
Baca
+Pustaka
Like a Fairy Tale

Like a Fairy Tale

Rayzeul tertawa keras lalu berkata, “Kata siapa kau akan menang? Dasar manusia, hidup hanya sebentar saja tapi sombongnya seperti orang yang hidup abadi selamanya.” Aredel ikut tertawa mendengar hal tersebut, kemudian melihat-lihat dekorasi ruangan tersebut. ruangan ini sangat berbeda dengan ruangan bawah tadi dan lantai dua. Ruangan ini bercat abu-abu dan tanpa ada jendela satu pun, hanya ada ventilasi udara. Sedangkan ruang bawah tadi dan lantai dua warna dindingnya sama, yaitu kuning dan dan ada sebuah jendela di dinding.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai bukan ruang
Baca
+Pustaka
Ruang hati

Ruang hati

tanya terlihat tersinggung. "Eh maaf salah ngomong, tersinggung ya?"sahut kayra. "Gue tahu maksud Lo,Lo pasti takut gue berbuat macem macem diruangan ini,secara gue cowok biang onar,malas ikut kegiatan sekolah,tiba tiba masuk kedalam ruangan ini,Lo takut gue berbuat macam macam disini?"sindir cowok itu sambil tersenyum sinis.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai bukan ruang
Baca
+Pustaka
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

terdapat kolam renang yang tak terlalu besar namun tampak menyejukkan. Langkah Byan terus berjalan, ia berjalan dalam diam begitu juga dengan Clarita wanita itu tak tahu harus berbicara apa. “Ini adalah ruangan untukmu membuat pesanan kue, dan di atasnya adalah ruko kecil yang bisa kamu gunakan untuk memajang hasil kuemu. Juga sebagai store, mungkin.” “Apa ini tidak berlebihan?” ujar Clarita setelah sekian lama ia hanya terdiam.
9.434.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 695 kali sebagai bukan ruang
Baca
+Pustaka
Bukan yang Pertama

Bukan yang Pertama

"Panggil ambulan sekarang, Bi! Mama jatuh di kamar mandi!" Astaga! ================================ Ina coming .... Ada yang kangen? Gak papa gak kangen juga. Mungkin belum. Gimana? Udah punya keputusan Ini Sean sama Ina mau di gimanain? Kok sepi kolom komentarnya🙄 Ramein dong ....
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 579 kali sebagai bukan ruang
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
Herni
Bukan Yang Pertama awal baca cerita ini asli mengsedih,,jd inget kejadian VA kmrn... cerita Ina ini mmg kerap x terjadi di lingkungan sekitar kita,,miris sekali,karna terpaksa org ga punya mesti pinjem ke lintah darat,,moga jd pelajaran bt kita agar segimanapu mendesaknya jgn sampe pinjem ksna.
Momi Kafa
cerita judul bukan yang pertama ,bener-bener sesuai dengan isi ceritanya, nyesek dimana Ina dengan keadaan yang serba kesulitan dalam status sosial ekonominya.dan sebagai yatim ina harus di jodohkan dengan sean,yg statusnya adalah duda.demi rasa bersalah nyonya sulis terhdp ina.semoga ina bisa tabah
Baca Semua Ulasan
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

Dia membayangkan seperti apa rasanya duduk di dalam ruangan ini berdua saja dengan Alex. "Tidak. Aku mau tambah bufet di sisi sana." Alex menunjuk ke dinding di seberang mejanya. "Oh, kamu tidak ada ruangan pantry sih ya?" "Betul. Aku tidak mau membuat sekat tambahan atau menjebol dinding." Diana mengangguk perlahan. Dalam pikirannya dia dapat melihat seperti apa interior ruangan jika sudah terisi perabotan seperti dituturkan Alex.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai bukan ruang
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia adalah sebuah robekan halus pada jalinan realitas yang memancarkan warna yang belum pernah dilihat oleh mata manusia warna yang terasa seperti rasa syukur dan rasa ingin tahu yang dilebur menjadi satu. "Nara, pintu itu... ia tidak menarik kita masuk," bisik Nari, jemarinya meraba udara yang bergetar di depan mereka. "Ia menunggu kita untuk memberinya definisi. Ia adalah sebuah Ruang Kosong yang meminta untuk ditulis."
965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai bukan ruang
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kontrak Tuan Besar Meier

Menjadi Istri Kontrak Tuan Besar Meier

Perlahan, dinding tersebut bergeser dan menampakkan sebuah ruangan lain yang tak kalah luas. “Ya, ampun. Ini ruangan kantor apa zona bermain?” Anike berdecak kagum seraya melangkah masuk ke dalam sana. Tak hanya permainan bilyar, di ruangan tersebut juga terdapat mesin pencapit boneka, permainan basket serta bowling.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai bukan ruang
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesonamu (Justin&Athena)

Terjebak Pesonamu (Justin&Athena)

Dia tidak enak karena meninggalkan ruang makan sudah terlalu lama. Namun, di saat Nathan hendak menuju ruang makan, dia menatap sebuah ruangan yang tampak kecil yang berada d ujung dengan pintu yang sedikit terbuka. Ruangan itu terlihat seperti kamar seseorang tapi ukurannya terlalu kecil untuk kamar tamu ataupun kamar Kylie. Sedangkan gudang dan kamar pelayan berada di luar rumah ini. Rasa penasaran Nathan, membuatnya melangkah menuju ruang yang sudah sejak tadi menarik perhatiannya. Terlebih pintunya tidak terkunci.
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai bukan ruang
Baca
+Pustaka
Bukan Ragaku

Bukan Ragaku

Levan menyeletuk menimpali ucapan Ben, yang menurutnya tidak masuk akal. "Hahaha, dapet darimana kamu kata-kata itu. Bukannya kamu yang lebih sering bilang gak mabuk gak ada mental. Lagian itu berlaku buat orang lain, buat kita mah beda. Semakin mabuk semakin kita jagoan," sahut Ben terbahak. "Sudah-sudah malah jadi kalian yang debat, aku mau makan kalau gak mau ikut ya sudah. Ayo Agus, Murad, Narto kita makan!" ajak Ben beranjak dari duduknya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai bukan ruang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status