Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

Bukan lapar. Menunggu. “Kalau kita hancurkan bangunannya?” tanya seseorang. “Tidak cukup,” kata Rangga. “Ruang ini hidup dari fungsi, bukan dinding.” Ia melangkah ke tengah ruangan. “Aku akan duduk,” katanya. Keributan pecah. “Tidak!” “Itu gila!” “Kau akan jadi pengganti!” “Tidak,” kata Rangga tegas. “Aku tidak akan tinggal.”
648 viewsCompletedAdded to Library 15 Times as bukan ruang
Read
+Library
Investor Asing

Investor Asing

Suaranya nyaris tak terdengar. “Ini… room animasi dari aplikasi? Atau… ruang sebenarnya tempat meeting nanti?” bisiknya, mencoba menenangkan pikirannya yang mulai dipenuhi tanda tanya. Detail ruangan itu terasa terlalu nyata untuk sekadar animasi. “Ini… di Turki kah?..” Ia semakin bingung. ~~~♡♡♡~~~ Sementara di sisi lain—
101.3K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as bukan ruang
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Ia berbicara tentang ruang yang siap menerima—tanpa tergesa, tanpa takut. Dan di ruang itulah, Aira akhirnya tahu: rumah bukan tempat menunggu seseorang, melainkan tempat diri sendiri boleh tinggal dengan tenang.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as bukan ruang
Read
+Library
SAYUR KENTANG LIMA RIBU

SAYUR KENTANG LIMA RIBU

Wanita di depannya hanya mengangguk sembari menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk huruf O. Bagus menapaki satu persatu tangga menuju ruangan yang telah disebutkan Tania. Meski sempat menjadi perhatian beberapa pengunjung dilantai dua namun Bagus memilih cuek dan tak menghiraukan mereka. Bagus sampai di ruangan cukup luas yang lebih mirip disebut ruang keluarga dibandingkan dengan tempat kerja. Disana terdapat satu set sofa di tengah ruangan lengkap dengan TV besarnya. Tepat di sebelah kanan kiri TV terdapat sebuah pintu yang mirip dengan pintu kamar.
1034.4K viewsCompletedAdded to Library 755 Times as bukan ruang
Read
+Library
Dulu Dibuang, Kini Dicari

Dulu Dibuang, Kini Dicari

Berarti di dalam rumah ada orang. "Permisi! Apa ada orang?" tanya Bara. Langkahnya sedikit ragu. Ia sadar sudah masuk rumah orang tanpa permisi. Kini, ia berada di ruang tengah. Sebuah ruangan yang tidak lebih luas dari kamar tidurnya. Di sini ada lemari bufet dan tv tabung. Di sampingnya ada dua pintu yang terhubung ke kamar tidur. Di ujung ruangan terdapat satu kursi malas dan sebuah lemari kayu.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as bukan ruang
Read
+Library
Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

“Ini…” Logan berbisik pelan. “…bukan ruang.” Suara itu muncul lagi. Namun kali ini—lebih dekat. Lebih… menyatu. “Bukan.” Ia menjawab. “…ini adalah sebelum ruang.” Kalimat itu tidak hanya terdengar. Ia langsung dipahami. Seolah maknanya tidak perlu diterjemahkan. Logan mencoba memahami lebih jauh.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as bukan ruang
Read
+Library
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Tetap ada beberapa bagi-bagian sinis yang tersisa darinya. Ara mendorong cangkir miliknya yang masih utuh kehadapan Bree. “Habiskan jika kau masih merasa lapar.” Bree menggeleng. “Mungkin nanti,” katanya. Ara mengangguk, dan tidak menarik cangkir itu lagi. “Ini ruangan apa?” tanya Bree. Ruangan itu mirip sekali dengan ruang tanpa waktu, hanya berbeda pada ranjang. meja dan kursi. Yang lain hampir sama.
9.538.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as bukan ruang
Read
+Library
Mengandung Pewaris Tuan CEO

Mengandung Pewaris Tuan CEO

Atau mungkin tidak. Ruangan yang Inara temukan barusan adalah semacam gudang kecil untuk menyimpan barang-barang tidak terpakai. Tak ada jendela atau ventilasi udara yang cukup baik. Terlalu lama berada di tempat itu, tidak menutup kemungkinan ia akan kehabisan oksigen. “Aku akan keluar kalau sudah nggak ada suara.”
1043.8K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as bukan ruang
Read
+Library
GADIS POLOS MILIK CEO KEJAM

GADIS POLOS MILIK CEO KEJAM

Pintu kedua… Ruang rapat dengan meja panjang dan kursi-kursi mahal. "Siapa yang butuh ruang rapat di rumah?!" Livia menggerutu. Pintu ketiga… Ruangan penuh buku-buku tebal dan serius. "Perpustakaan? Ugh, bukan ini juga!" Pintu keempat… Ruangan kosong. "Kenapa ada ruangan nggak kepake?" Livia mengerutkan kening. Ia beralih ke pintu lain.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 158 Times as bukan ruang
Read
+Library
Bukan Sekadar Figuran

Bukan Sekadar Figuran

“Iya, iya, paham. Tapi, kamu di sini bukan tamu, melainkan menantu rumah ini. Dan lagi, aku harusnya gak lupa kalau kamu itu Sheilla bukan Bella.” “Maksudnya?” Sheilla mengeryit. “Eum ... bukan apa-apa. Masuk lewat pintu itu.” Narendra menujuk satu jalur menuju ke lantai dasar rumahnya. “Dari sana, ke sebelah kanan, kamu bakal langsung ke ruang tengah, kalau ke kiri itu ruang makan dan dapur.” Sheilla mengangguk tanda dia sudah paham akan arahan dari Narendra. Sheilla pun lantas berjalan menuju pintu yang dimaksud, sementara Narendra melanjutkan tujuan sebelumnya. Naik ke lantai tiga.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as bukan ruang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status