Adikku Penghancur Rumah Tanggaku
ucap Adrian datar.
Sekretarisnya, seorang wanita muda bernama Dina, melangkah masuk dengan hati-hati. Di tangannya, ia membawa sebuah buket bunga. Namun, Adrian mengernyitkan dahi. Buket itu penuh dengan mawar hitam pekat, disusun dengan rapi dan dihiasi kain lace berwarna senada. Sebuah pita perak melingkar di tangkai-tangkainya. Tanpa nama pengirim.
"Tuan Adrian, ini ada kiriman bunga untuk Anda," kata Dina, meletakkan buket itu di meja. Aroma mawar yang dingin, bercampur sedikit eucalyptus, langsung menusuk hidung Adrian.
Hot Chapters