Sebening Tirta
Dahinya berkeringat banyak sekali, bibir meracau tak jelas, kaki dan tangannya gemetaran.
“Atau kau lebih suka dengan cara ini,” ujarku sambil melemparkan amplop besar berwarna coklat ke atas meja. Aku menunjuk dengan dagu sebagai isyarat agar dia membukanya.
Jemari lelaki itu bergetar hebat saat membuka amplop tersebut, perlahan dia menyobek bagian atas amplop besar berwarna coklat itu dengan hati-hati. Getaran ketakutan yang menjalar di jemari membuatnya berkali-kali gagal membuka tutu amplop tersebut. Butuh waktu dua menit hanya untuk menyobek kertas itu, saat amplop tersebut terbuka sempurna, dengan takut-takut ia melongok ke dalam amplop. Aku meraihnya tak sabar dan menghamburkan isi ya
Bab Populer