Ifat
Idah ikut mendongak, dan aku mendapat tempo untuk menyeka air mataku.
“Ada apa, Kak?”
“Ada malaikat.”
“Mana?”
“Ini,” jawabku bersamaan dengan mengeluarkan sebuah boneka dari dalam tas sandangku, boneka Winnie The Pooh yang tadi kubeli sewaktu dalam perjalanan ke sini.
“Mana, Kak?”
“Ini, di bawah sini,” jawabku sembari menggoyang-goyangkan boneka Winnie.
Idah kembali menurunkan wajah dan mendapati boneka di tanganku. Ia tersenyum gembira, dengan senyum yang sama dengan milik Ainun.
Hot Chapters