Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengukir Impian Baru

Mengukir Impian Baru

ucapku sambil menggeleng pelan. “Karena aku menyukai gadis itu, aku mau dia menjadi menantuku,” ucap Bunda dengan cepat. “Dia gadis yang rajin, cerdas, sopan, dan pandai membawa dirinya. Kalian sudah melihat sendiri dia gadis yang sangat cantik. Aku tidak mau didahului oleh ibu yang lain yang juga tertarik menjadikan dia menantu mereka. Tiba-tiba ada jalan untuk bisa menikahkannya dengan putra kesayanganku, maka aku langsung mengambil kesempatan ini.”
1019.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai buku santri pilihan bunda
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

Tapi, akan seaneh apa jika aku menjawab, 'buku besar pabrik lah yang jadi bacaanku? "Sejarah." Kalimat yang keluar dari mulutku, membuat mas Rendra tersenyum dengan dahi berkerut lalu mengangguk. Dan ia turut berjalan bersamaku menghampiri Riris, remaja cantik yang mendongak saat aku menyentuh buku yang blurb-nya sedang Riris baca. "Bukunya bagus-bagus, Mbak, akku bingung pilih yang mana."
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai buku santri pilihan bunda
Baca
+Pustaka
Pewaris Pedang Sulur Naga

Pewaris Pedang Sulur Naga

Ada kesedihan tergurat di wajah tuanya. "Kau begitu menginginkan kitab Godhong Usodo, Selasih?" Nenek Bunga Seruni bertanya. Wajahnya prihatin saat menatap anak angkatnya itu. "Tentu saja. Kau sudah pilih kasih antara aku dan Sekar Pandan, Guru." Perempuan itu berkata lantang penuh tuntutan. "Kau tidak ingat siapa dirimu?"
8.520.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai buku santri pilihan bunda
Baca
+Pustaka
Kutukan Sang Putri Pesantren

Kutukan Sang Putri Pesantren

Ia menghela napas, sebelum akhirnya berjalan mengikuti para santriwati yang membawa barang-barangnya. “Jadi, santriwati baru itu putrinya Firman Hakim, walikota Bandung saat ini? Keren, dong. Pesantren ini akhirnya punya murid anak pejabat.” Alvin terkekeh sambil membantu Kiai Ahmad dan Halimah membereskan dokumen para santri di ruang tata usaha. “Keren dari mana? Anaknya nggak sopan. Sama ayahnya sendiri dia berani mengumpat.” Halimah menggerutu. Kiai Ahmad hanya menggeleng seraya menghela napas.
10893 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai buku santri pilihan bunda
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Sekretaris

Terjerat Pesona Sekretaris

Sebuah buku tabungan usang berpindah ke genggaman, sampulnya sudah sedikit menguning, sudut-sudutnya tak lagi rapi. Buku itu kemudian disodorkan ke arah Sadya. Sadya mengernyit. Ia menerima buku tabungan itu dengan tangan gemetar, lalu menatap Bunda Narnia bingung. Begitu matanya menangkap namanya sendiri tertera di sana, napasnya tercekat. “Ini…” suara Sadya nyaris tak keluar. “Semua uang yang selama ini kamu kirim tiap bulan,” jawab Bunda Narnia lirih. “Tidak pernah Bunda pakai.”
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai buku santri pilihan bunda
Baca
+Pustaka
Dimanja Mantan Posesif

Dimanja Mantan Posesif

Dia menunggu gadis kecil itu kembali, lalu naik ke sofa tepat di sampingnya. “Leya mau baca buku ini.” Leya memberikan bukunya pada Kiran. “Singa dan Keluarganya. Judulnya bagus.” Kiran tersenyum kecil pada Leya. Kiran menemani Leya membaca buku. Gadis kecil itu terbilang cerdas dan sudah lancar dalam membaca di usianya sekarang. “Kakak Kiran, kenapa Ibu Cinga mandiin kakaknya, kenapa tidak mandiin adiknya?” Leya menoleh pada Kiran dengan tatapan penuh rasa penasaran.
1044.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai buku santri pilihan bunda
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Aililea (din din)
Welcome di buku El, jangan lupa tinggalkan komentar dan ulasan bintang 5 ya, buku ini belum bisa update rutin, jadi semoga sabar menanti, yang mau tanya2, bisa ke Ighee aku, ketik aja aililea_dindin_812, makasih (⁠ʘ⁠ᴗ⁠ʘ⁠✿⁠)(⁠ʘ⁠ᴗ⁠ʘ⁠✿⁠)
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Kontrak Cinta Dengan CEO Dingin

Kontrak Cinta Dengan CEO Dingin

jawabnya dengan suara yang bergetar sedikit. Bima duduk di samping Sandara, aroma sabun dari tubuhnya memenuhi ruang di sekitar mereka. "Kamu sedang membaca apa?" tanya Bima dengan suara rendah dan lembut. Sandara menunjukkan sampul bukunya, "Novel roman, Om. Ceritanya menarik," jawabnya mencoba terdengar tenang. Bima mengangguk, matanya tertuju pada Sandara. "Boleh aku baca bersamamu?" tanyanya.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai buku santri pilihan bunda
Baca
+Pustaka
Aku yang Hebat Ditolak Nikah?

Aku yang Hebat Ditolak Nikah?

Almaz berkata dengan cemas. "Kebetulan! Ini benar-benar adalah kebetulan! Aku nggak akan ambil keuntungan darimu, bacalah buku ini. Buku ini bisa buat kamu memahami jiwa dengan baik." Almaz langsung pergi setelah meninggalkan buku ini, seolah-olah Kitab Suci Paramita akan melarikan diri. Meskipun Fandy sedikit meragukan hal ini, perhatian Fandy teralihkan ke buku tanpa sampul yang sudah menguning. Fandy segera duduk, lalu mengambil buku itu dan mulai membacanya.
9.4381.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.7K kali sebagai buku santri pilihan bunda
Baca
+Pustaka
ANAK YANG DIBAWA SUAMIKU

ANAK YANG DIBAWA SUAMIKU

Tangan mungilnya dengan lihai memilih beberapa buku yang akan dia pinang. "Bagus mana, Ma?" tanya seraya menunjukkan dua buku dengan cerita dan judul berbeda. Satu buku fabel dan satu lagi buku tentang dongen putri kerajaan. Dia membolak-balikkan kedua buku tersebut, memilih dari dua pilihan yang menurutnya sulit.
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai buku santri pilihan bunda
Baca
+Pustaka
Istri Cantik Pilihan Anakku

Istri Cantik Pilihan Anakku

cetus Gempi sambil memperagakan tangannya yang menunjukan tujuh jari. Alyn mengerutkan keningnya. “Apa itu tidak terlalu banyak, Gempi?” “Tidak. Salsa juga diikat tujuh, aku ingin sepertinya.” “Baiklah kalau begitu mama akan mengikat rambutmu tujuh!” Alyn yang memang sedang menyisir rambut Gempi pun mengambil karet kecil lalu mengikat rambut gadis manis itu tujuh bagian. Setelahna ia jadikan menjadi satu, membuat Gempi tampak lucu dan cantik.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai buku santri pilihan bunda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status