Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

Bulan madu. Pulau Bora-bora. Bora Bora menyambut mereka seperti lukisan hidup yang baru selesai diwarnai. Langit biru kobalt, laut laguna berlapis-lapis warna biru pirus, hijau zamrud, dan nila, mengelilingi gunung vulkanik Otemanu yang menjulang megah dengan puncak tersapu awan. Udara hangat dan lembab, beraroma asin segar bercampur harum bunga Tiare Tahiti yang menghiasi sambutan bandara kecil Motu Mute.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

JIMAT TALI MAYAT Written by David Khanz Bagian (20) ----------------- o0o ----------------- Bulan penuh membulat putih di langit biru. Berhiaskan kerlip bintang-bintang mengedip-ngedip genit di angkasa, seakan sedang sibuk menggoda jutaan pasang mata makhluk penghuni ragam alam untuk mengangkat wajah dan memuja-muji keelokannya. Benar-benar malam terindah tanpa sekat awan yang mencoreng di tengah-tengah masa peristirahatan raja penguasa, sang mentari.
8.512.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
Home

Home

19 Desember 2019 Salah satu cara Biru menyenangkan Runalla adalah dengan cara mengajaknya berlibur dan berbulan madu sejenak. Biru sempat membahas hal ini bersama Angkasa ketika datang ke studio lelaki itu. Biru bertanya apa ada hal-hal yang bisa membuat Runalla senang, dan Angkasa menjawab, "Coba ajak bini lo honeymoon aja."
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 470 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
Madu Pilihan Mertua

Madu Pilihan Mertua

Tiga hari kemudian, mentari pagi menerobos masuk dari sela tirai ruang dapur rumah Revan dan Maira. Aroma butter dan vanilla memenuhi udara, berpadu dengan wangi lembut bunga melati yang biasa Maira letakkan di vas kecil dekat jendela. Tangannya sibuk mengaduk adonan kue, gerakannya pelan, hati-hati, seolah sedang menenun sesuatu yang berharga.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

Dewa perang itu memperhatikan sang dewi yang sedang makan siang. “Ehm, tadi malam sebenarnya waktu kita ehm.” Malu-malu Mara mengucapkannya. “Terus.” “Aku seperti naik ke satu tempat. Ada asap warna biru muda sama pink, bagus banget tempat itu pokoknya. Mungkin kalau dibawa ke sana aku milih tinggal dan nggak mau pergi.” Arsa paham maksud Mara. Tempat itu adalah jalan naik menuju langit. Memang sangat indah, tak seperti bumi yang setiap sebentar dirusak oleh manusia.
1028.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 665 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, cacing diperut sudah berdemo ria minta ditenangkan. Padahal sebelum pergi aku kan sudah makan martabak, tapi ternyata menghadapi manusia berkebutuhan khusus (butuh bimbingan akhlak maksudnya bukan berkebutuhan khusus seperti kelainan) memerlukan tenaga ekstra, walaupun aku hanya menjadi penonton setia. Aku dan Bunda memilih menuju lantai tiga dimana aneka hidangan penenang penghuni perut tersedia.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Karena penasaran aku pun mengikuti perintah Mbok. Subhanallah ... yang kulihat sangat menggelikan. Di luar ada ibu ditemani Rara sudah menggelar karpet dan membawa makanan. Sekarang pun ibu dan Rara sedang menikmati bakso Malang yang dia beli. Benarlah kata ibu dia tidak akan pernah beranjak dari rumahku sebelum sertifikat rumahnya aku berikan, tapi masalahnya ini sangat lucu sekali.
7.725.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 949 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
Kurelakan Surga Untuk Maduku

Kurelakan Surga Untuk Maduku

Aku menutup hidung selama dia makan. “Aku ingin rujak,” jawabku. Air liur keluar saat membayangkan buah mangga yang mengkal, si cocol bumbu rujak yang manis dan pedas. “Ndak ada rujak sepagi ini, sayang!” ucap Mas Ridwan. “Pokonya mau rujak,” ucapku, entah kenapa pagi ini aku senang sekali menyusahkan lelaki halalku itu.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
TUMBAL UNTUK MADUKU

TUMBAL UNTUK MADUKU

tanya Arkan dengan tatapan penuh menelisik. "Entah mengapa, sejak kamu memiliki madu, mama merasakan banyak keanehan yang mama rasakan sesuatu yang aneh pada diri Alana." Mama Elly menarik nafas beratnya dan berusaha untuk menenangkan dirinya saat ini. "Maksud Mama? Apa yang Mama rasakan kejanggalan itu?" tanya Arkan mulai penasaran. "Istrimu sepertinya memiliki sesuatu yang saat ini membantu dirinya, Arkan," balasnya dengan menatap wajah Arkan dengan tatapan penuh meyakinkan.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

Bulan madu mereka di Labuan Bajo yang penuh suka cita kini telah usai. Langit Jakarta sore itu menyambut mereka dengan warna abu-abu khas ibu kota, kontras sekali dengan langit biru cerah yang baru saja mereka tinggalkan.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai bulan madu di awan biru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status