Kuranji
“Hadiahnya besar, Da. Lebih dari cukup untuk membeli sawah dan ladang.”
“Tidak! Kalau kita mengembalikan gadis itu dan menerima hadiah, itu sama saja dengan melempar bumerang. Suatu saat dia akan berbalik menyerang kita,” tegas si Kumis Panjang. “Kita sudah melangkah sejauh ini. Jangan sampai mengharapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan.”
“Da, kita berdua cuma kaki tangan. Jika mereka tak lagi butuh, nasib kita akan sama dengan para tetua kampung itu.”
Bab Populer