Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
WANITA PANGGILAN

WANITA PANGGILAN

WANITA PANGGILAN 25 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Bayangan bercumbu beberapa jam yang lalu membuat dadanya sesak menahan rindu. Ingin sekali bersamanya setiap saat dan bercinta setiap waktu. Lian mengambil ponsel di dekat bantal, lalu membuka dengan maksud mengucapkan selamat malam. Namun, foto wallpaper ponselnya membuat rasa rindu kian menggunung.
1051.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Dewi Bunga

Kebangkitan Dewi Bunga

“Kebetulan aku sedang lapar, dan aku ingin sekali memakan seekor burung.” Ngiiiiingg! Yingge merentangkan kedua tangan. Seluruh tubuhnya mengeluarkan energi iblis berwarna merah. Krrrrrk! Akar bunga kematian muncul dari dalam tanah. Dalam sekali gerakan tangan, akar bunga kematian dengan cepat merambat ke semua utusan langit dan melilit tubuh. “Kau?! …” gadis utusan langit membulatkan matanya ke arah Yingge, “akhirnya aku menemukanmu putri iblis, Yingge?” lanjutnya tersenyum licik.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Reza kemudian masuk dengan tergesa-gesa dan langsung melihatku terbaring di tengah ruang tamu, dikelilingi oleh bunga-bunga, dan mengenakan gaun ungu kesukaanku. Namun, mataku tertutup dan aku tak dapat melihatnya lagi. Melihat pemandangan itu, aku tak bisa menahan tangis. Aku mendekat dan meraba wajahku, yang sepertinya masih menyimpan bekas air mata. Tiba-tiba, aku melihat Reza berlari ke arahku. Dia bertindak seperti orang yang kehilangan akal, mengangkat semua bunga yang ada di sekelilingku sambil terus mengoceh, "Rania punya asma. Di rumah nggak boleh ada bunga! Dia bisa merasa nggak nyaman karena serbuk sari. Kenapa kalian menaruhnya di tengah bunga seperti ini?"
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
EX to NEXT 21+

EX to NEXT 21+

Apa tidak bisa memesan bunga di jam operasional tokonya atau paling tidak cukup dengan mengiriminya pesan teks saja? Ia cukup jengkel dengan panggilan yang mengganggu itu, tetapi pada akhirnya dengan berat hati jarinya menyeret tombol panggilan untuk menjawab. “Halo,” sapa Bianca berusaha ramah dan bersuara seolah sudah bangun. “Bi, aku di depan. Buka pintunya.”
10133.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
Istri Sengsara Sang Billionaire

Istri Sengsara Sang Billionaire

ucap Alana seraya tersenyum. “Jika kamu mau, aku akan memberikannya setiap hari,” ucap Arsen. “Ah tidak perlu pak Arsen, itu akan sangat merepotkan,” ucap Alana seraya tersenyum. “Mungkin kamu butuh bunga yang lain?” tanya Ardian. “Bunga yang lain?” tanya Alana terlihat bingung. “Bunga saham? Bunga bank? itu juga merupakan bunga, namun lebih harum aromanya,” ucap Ardian seraya tersenyum.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Dia menelepon Brian dan kedua anaknya berkali-kali, tetapi mereka selalu sibuk dan tidak pernah punya waktu untuk menjenguknya. Kemudian, mereka tidak lagi menjawab teleponnya. Ketika ajal menjemput, dia meminjam ponsel tetangganya untuk menelepon Brian. Brian mengucapkan 'halo' dua kali, tetapi mungkin karena lupa menutup telepon, jadi panggilan itu tetap terhubung. Di ujung telepon sana, dia mendengar Brian beserta putranya, cucunya, dan cicitnya merayakan ulang tahun Emily bersama-sama.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
Wanita Penjual Bunga

Wanita Penjual Bunga

"Sagara?" panggil Metha dengan mengerutkan keningnya heran. Ia menarik kembali kakinya yang sudah berpijak pada tangga untuk masuk ke dalam mobil. Seorang pria yang dipanggil Sagara mendekat ke arah Metha dengan senyuman lebar yang tercetak jelas di wajah manisnya. "Apakah kau mau mengantarkan pesanan?" tanya Sagara setelah berdiri di hadapan Metha.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar

Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar

Begitu juga dengan Lala, Lola dan Bella. Bunga yang tangannya berada di belakang sambil memegang ponsel mulai melakukan panggilan telepon. Dia sembarangan menekan nomor panggilan yang ada di kontak masuk. Bunga tidak tahu apakah itu suaminya atau tidak intinya dia ingin meminta bantuan
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
Bunga Takdir

Bunga Takdir

Yara bangun dari duduknya. Saat pintu dibuka, wanita paruh baya dengan senyum lebar menyambutnya. Tak lupa ditangan kanannya membawa bingkisan. "Halo, kami tetangga baru. Aku pikir jika berkunjung ke sini bisa menjalin silaturahmi." Kening Yara bergelombang saat mendengar kata 'kami', sementara hanya ada seorang wanita dihadapan dirinya. Secara refleks, Ia memiringkan kepala, "kami?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
Jangan Panggil Aku Gembul

Jangan Panggil Aku Gembul

ucap Kinan menyodorkan tempat makanan kepada Berry. "Waaaah, request gue nih. Pembokat Lo emang TOP deh," ujar Berry. "Request kita kali. Emang Lo aja yang pesan itu? Eeeeh... dan satu lagi. Jangan panggil Bik Asih PEMBOKAT, No...No...No...," ucap Kinan menggerakkan telunjuknya. "Dari gue orok Bik Asih udah setia dirumah gue. Jadi lebih tepat panggil Bibik aja. PAHAM?" ucap Kinan menekan kalimatnya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai bunga panggil panggil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status