Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta di Gerbang Kematian

Cinta di Gerbang Kematian

Feli segera membuka room chatnya berniat ingin mengirip pesan untuk laki-laki itu, akan tetapi ponslnya kembali berdering sebelum sempat Felli menbgetik satu kata pun. “Halo, Al. Sorry, aku lupa kasih kabar, aku sudah sampai rumah dengan selamat.” [“Syukurlah kalau kamu sudah berada di rumah,”] jawab laki-laki diseberang telepon. Lengang sejenak. Diantara mereka tidak ada yang mebngelaurkan suara hingga Feli menjauhkan ponsel dari telinga dan mengintip apakah panggilan masih tersambung atau tida karena ia tidak mendengar suara Aland sama sekali.
696 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Magang di hati CEO tampan

Magang di hati CEO tampan

​Di keheningan malam yang pekat, di tengah suara rintihan putranya yang sedang bermimpi buruk, terdengar nada sambung telepon yang menggema. ​Tuuut… Tuuut… ​Sebuah suara panggilan yang menandakan penyerahan totalnya.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
KEMBALILAH SUAMIKU

KEMBALILAH SUAMIKU

Aku masih ingin menikmati waktu mengheningkan cipta di tempat yang sunyi, toko buku yang merangkap menjadi perpustakaan ini begitu sunyi meski banyak mahasiswa dan anak sekolahan yang datang. Sayangnya, ponsel itu masih tak mau berhenti bergetar semakin sering hingga tanpa jeda, sebenarnya siapa yang menggangguku? Aku hanya ingin sedikit tenang. “Assalamualaikum," ucapku setelah menggeser tombol hijau. Tidak ada jawaban, aku memperhatikan layar ponselku melihat detik panggilan yang masih terus berjalan tanpa henti menandakan masih tersambung. Namun, kenapa tak menjawab salamku jika dari tadi terus mengusikku dengan panggilan telepon.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Keluargamu bukan Keluargaku

Keluargamu bukan Keluargaku

Ting! Saat sedang menyetrika baju. Ponselku berbunyi, sepertinya ada pesan masuk. Biarlah nanti saja aku lihat dan membuka pesannya. Lagian jika seandainya penting, pasti orang itu sudah menelponku.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Behind The Smile

Behind The Smile

Dia mendekatkan ponselnya ke arah telinga kanannya dan dia mendengar suara dari ponsel tersebut. *Tuuuuuut.. Tuuuuuut..* “Ayo, angkat,” gumam Sofi sambil melihat sekitar koridor tersebut. Koridor brgitu sepi dan tidak ada yang berlalu-lalang, mengingat bahwa para siswa sedang menunggu pelajaran selanjutnya. *Tuuuuuut-maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi.*
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan

Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan

Aku menempelkan telinga dengan erat ke ponsel, berdoa agar kali ini aku bisa mendengar suara orang tuaku. Nada tunggu di gagang telepon terasa sangat panjang. Napasku ikut naik turun mengikuti setiap bunyinya. Saat bunyi ketujuh, telepon akhirnya tersambung. Suara ibuku terdengar samar, bercampur suara angin dan musik dari mobil, "Halo?" Sarafku yang tegang langsung menjadi rileks. Mataku seketika terasa panas.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
The Billionaire's Little Victim

The Billionaire's Little Victim

Namun, kedamaian malam itu mendadak pecah ketika sebuah bunyi berdenting aneh terdengar dari ponsel kecil milik Arthur yang tergeletak di atas meja belajar. Ting... Ting... Ting... Bunyi itu bukan suara notifikasi pesan pendek biasa. Suaranya bernada tinggi, berulang tiga kali dengan irama yang sangat asing, dan langsung membuat layar ponsel yang tadinya mati menyala terang dengan pendar warna biru keperakan.
10715 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Ikatan Hati

Ikatan Hati

dia menghembus napas dan menguatkan hati. Meraih gagang telepon, melembari kertas yang di remuk sehingga terlihat deretan angka di sana kemudian menekan tombol yang sesuai tulisan di kertas. Bia mendekatkan gagang telepon ke telinga sehingga dapat mendengar bunyi ‘tut’ sebagai pertanda panggilan tersambung.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Our Fight

Our Fight

Tampak mengkhawatirkan sesuatu. Suara ponsel dalam mode senyap membuat ponselku bergetar di saku. Aku menggeliat karena terkejut. Dengan cepat aku merogoh saku dan mengeluarkan ponsel dari sana. Aku melirik ke depan memastikan Bu Hani tidak sedang melihat ke arahku. Bu Hani tengah menulis sesuatu di papan tulis. Sepertinya puisi. Entahlah. Aku tak terlalu yakin. Sulit bagiku untuk membedakan puisi dan syair. Lucu bukan? Atau hanya aku saja yang bodoh?
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Perempuan Yang Mencintai Suamiku

Perempuan Yang Mencintai Suamiku

jawabnya. Dring! Ponselku berbunyi. Ku pandangi sejenak lalu ku tutup layar telepon itu. “Kok nggak diangkat?” tanya Bulan. Dia sedang menyusun piring di atas meja sambil memandangiku. Sepertinya dia mendengarkan ponselku sedang berdering. “Nggak penting sayang,” jawabku. ***
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai bunyi telepon dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status