Dimanja Suami Kontrak
“Dulu, hidupku di rumah itu… seperti burung dalam sangkar emas. Terlihat indah dari luar. Tapi di dalamnya, aku hanya makhluk kecil yang belajar menuruti aturan main pemiliknya.”
Lura meneguk anggur lagi, kali ini lebih banyak. “Tanpa sadar, aku mengikuti permainan mereka. Mengikuti ritme sirkus yang tak pernah ku sukai. Di mana, burung dalam sangkar harus selalu bersenandung indah, selalu bersikap manis, agar si pemilik tidak merasa malu di hadapan tamu-tamunya.”
Khailas menyandarkan tubuh ke kursi, tak menyela. Ia tahu, ini bukan waktunya bicara. Ini waktunya mendengar, meresapi, dan memberi ruang bagi Lura.
Bab Populer