Suami Malang Tunarunguku
“Kau benar-benar bikin aku jatuh cinta terus-menerus tiap hari, sayang.”
Liam tertawa kecil, matanya masih fokus menyetir. “Kalau begitu jangan pernah berhenti jatuh cinta, ya. Karena aku pun nggak akan pernah berhenti membuatmu merasa dicintai.”
Jennie memejamkan mata sejenak, menarik napas dalam-dalam, lalu membuka mata dan menatap suaminya penuh kelembutan. “Kalau nanti cafe itu sudah buka, aku ingin jadi pengunjung pertama bersama Debay. Kita duduk di sana, kamu buatin aku hot chocolate dan muffin favoritku, dan kita lihat anak-anak lain tertawa di playground. Kedengarannya seperti mimpi yang tenang, ya?”
Hot Chapters