A DEAL WITH COLD PROFESSOR
Musik jazz yang tadi samar kini terdengar begitu jelas, menusuk ruang hampa di antara kami.
Aku menunduk dalam-dalam, wajahku panas, dada terasa sesak seolah udara di kafe itu mendadak menipis. Gelak tawa Layla yang tadi riuh kini seperti teredam. Hening menekan kami, menyisakan detak jantungku yang berdentum nyaring di telinga sendiri. Dengan senyum kaku, aku berusaha mencairkan suasana yang mendadak beku.
"Silakan dinikmati, Pak Althaf, Bu Yuanita. Cheesecake ini best seller di kafe kami," ucapku pelan, suaraku terdengar hampir bergetar.
Hot Chapters