Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aunty Cantik untuk Daddy

Aunty Cantik untuk Daddy

haji motan maldeul majeo yaegihaeyo [Mari kita bicara tentang semua hal yang tak bisa kita katakan] Sandeulbarami uril gamssajul ttae [Saat angin sepoi-sepoi bertiup lembut di sekitar kita] Ireoke maju anja [Mari kita duduk berhadapan] Ibyeore daehae malhae boayo [Dan bicarakan perpisahan kita] Bait pertama lirik lagu Chen mengalun di Ten Belles cafe. Membuatku tertegun, kegiatan membuat kopi terhenti. Dio menepuk pundakku lembut dan tersenyum. "Kenapa?" "Ini lagu Chen?" Dia mengangguk, "Bukankah suaranya sangat bagus?"
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
Better Without You

Better Without You

Izinkan aku Untuk terakhir kalinya Semalam saja bersamamu Mengenang asmara kita Dan aku pun berharap Semoga kita tak berpisah Dan kau maafkan kesalahan Yang pernah ku buat Suasana café menjadi ramai seketika saat orang-orang yang berada disana mengikuti lirik lagu Berharap Tak Berpisah. "Lirik lagu ini gak kaya lo kan, La?" April mengolok sembari bernyanyi
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
Dari Mantan Jadi Ipar

Dari Mantan Jadi Ipar

Namun, akan lebih baik jika diri ini tak ikut campur urusan mereka. Alunan lagu milik Keysha Levronka terdengar merdu menyapa telinga ini. Pemilik kafe sepertinya sengaja memutar lagu yang sedang viral itu untuk membuat pengunjung betah. Ya, saat ini aku sedang berada di sebuah kafe. Tepatnya Kafe Seroja.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
Cewek kutu buku itu tunangan ku

Cewek kutu buku itu tunangan ku

Ting ( bunyi pintu cafe terbuka). "Maaf saya terlambat!"Ucap seorang pria masuk ke dalam cafe. "Kok aku kek kenal dia yah? tapi siapa ya?"Ucap Sevilla yang merasa tak asing saat melihat wajah pegawai cafe itu. "Udah yuk kita ke makam sekarang!"Ucap Verrel yang baru saja kembali dari toilet. "Iyaa, kamu tunggu diluar dulu aja aku mo bayar kopi dulu!"Ucap Sevilla.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
Dia Juga Suamiku

Dia Juga Suamiku

Rasanya Clara sangat bahagia mendengar kata itu keluar dari mulut Dimas. Aroma tubuh Dimas benar-benar sangat membuat Clara merasa nyaman, namun, saat Clara mengangkat kepala Clara juga mencium aroma alkohol dari mulut Dimas, sehingga membuatnya ingin muntah, dengan cepat Clara berlari ke toilet untuk mengeluarkan cairan yang ingin keluar dari dalam perutnya. Dimas pun langsung merasa panik, dengan cepat ia menyusul Clara ke toilet. "Clara, kamu kenapa?"
8.74.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
Good Sister

Good Sister

Suasana cafe yang tidak begitu banyak pengunjungnya itu mirip dengan suasana cafe yang ada biasa ia datangi. "Iced Americano dua." Devin memesan tanpa menanyakan keinginan Colin. Seorang pegawai cafe berdiri di balik meja, bahkan terlihat tidak asing. Colin sendiri tidak sadar bahwa mereka berada di negara yang berbeda dan Devin tidak menggunakan bahasa asing. "Dua Iced American-" “—dan aku ingin kau untuk menemaniku malam ini." Mata Colin membulat, begitu pula si pegawai cafe yang dihadapinya saat ini.
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Dadakan Dokter Tedja

Pesona Istri Dadakan Dokter Tedja

Namun, saat melewati meja lain, matanya menangkap sosok Eka yang tengah duduk di sudut kafe, menyesap kopi dengan santai. Dewi berjalan keluar dari kafe dengan wajah panas. Bukan karena suhu ruangan, tapi karena perasaannya yang campur aduk. Dia benar-benar merasa seperti orang luar tadi. Adira dan Tedja mengobrol seperti di dunia mereka sendiri, sementara dia duduk seperti patung tanpa arti. Langkah Dewi melambat saat mendengar suara tawa pelan di dekatnya. Suara itu rendah, sedikit mengejek, dan begitu familiar.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
OGAH MARRIED!

OGAH MARRIED!

“Ke cafe.” “Minum?” “Jelas.” “Dengan siapa kamu kesana?” “Koq elo tau sih kalo gue ke situ nggak sendirian?" “Sekedar insting. Aku yakin kamu tak sendirian ke café.” “Memang iya.” “Yang kamu minum sepertinya bukan air putih. Apa itu?” “Mmmm… Latte. Vanilla Latte. Emang kenapa?”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
ANNORA

ANNORA

Allamanda.Catharticananarrorawanitakuarkan
ujar Luna. "Cafe mana, dah?" tanya Devan. "Itu, loh, cafe yang lokasinya deket sama sekolah kita." "Oh, Garden Coffee?" "Iyaaa." "Anehnya gimana? Nggak pernah masuk gue soalnya, " tanya Farrel. "Di konsep, sih. Itu kan namanya Garden coffee kan? tapi dalamnya masa tema vintage, " ujar Manda. "Ehh, beneran? Gue pikir konsep dalamnya alam, anjir, " ucap Devan.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
My Pain Killer

My Pain Killer

Entah kenapa kali itu gerakannya terlihat benar-benar agak canggung, tak seperti Ares biasa yang kulihat. Tak lama, alunan suara beratnya terdengar, menyanyikan tembang lawas yang berjudul I Love You So. Mendadak suasana kafe menjadi hening. Tatapannya mengunci ke arahku. Menghadirkan kembali detak rasa yang pernah terlupakan. Menarikku pada masa beberapa tahun silam, ketika selalu menatapnya diam-diam sambil berharap perasaanku berbalas.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 526 kali sebagai cafe dejavu lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status