Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Sumi melaju kan pelan mobil nya, akibat jalanan yang macet membuat diri nya telat untuk datang menemui Tio. Setelah sampai di tempat tujuan, Sumi memarkirkan mobil di halaman cafe. Cafe yang bermodelkan classical dengan kaca besar yang tembus pandang. Membuat Sumi mengetahui jika Tio sudah berada di sana, dengan begitu setia menunggunya. Namun, Sumi tahu jika pelet tersebut tak akan berjalan lama, apa lagi ia sudah selesai menstruasi bulan ini.
10593 viewsCompletedAdded to Library 16 Times as cafe menoreh
Read
+Library
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

“Kalau dia mau menceraikan Kak Rin, buat apa menyuruhku menjaganya? Ya Tuhan…” Kepala Adrian berdenyut. Dengan cepat, diminumnya latte di hadapannya hingga tandas. Kemudian diletakkan cangkir sisa latte itu kembali di atas meja dengan kasar, hingga menimbulkan suara ‘prak’. Para pengunjung kafe sekilas menatap ke arah Adrian, lalu kembali dengan aktivitasnya masing-masing.
108.7K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as cafe menoreh
Read
+Library
Dibenci mertua karena tidak sederajat

Dibenci mertua karena tidak sederajat

Walau hanya sekedar pesen es teh manis seperti tadi. :::::::::;:- “Itu tadi temen kamu?” tanya Arthur sang pemilik cafe yang sedang meracik kopi. Arthur Maleholo, pria usia 25 tahun, muda, tinggi, tampan, berkulit kaukasit dan tentu dengan senyum yang menawan, membuat siapa pun pasti langsung jatuh hati.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as cafe menoreh
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Septian sembari menatap kearahku. Kualihkan pandanganku menatapnya, “aku tidak begitu paham tapi kamu menjelaskan dengan sangat baik. Aku penasaran, kafe mana yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaanmu. Kalau tebakanku benar, apa itu Kafe Mandellin?” “Kafemu,” Septian menjawab dengan santai. Aku mengangguk-anggukkan kepala namun setelah sadar apa yang diucapkannya, aku menatapnya tidak percaya, “a-apa aku tidak salah dengar?”
3.0K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as cafe menoreh
Read
+Library
I Can See You

I Can See You

Mereka melangkah dengan senyum merekah sembari tertawa sesekali karena candaan satu sama lain, di sepanjang trotoar menuju sebuah kafe. Itu kafe khusus yang menyediakan segala jenis makanan manis. Seperti cake, parfait, permen kapas, es krim, dan masih banyak jenis lainnya di sana. Letaknya sekitar lima belas meter dari tempat Rigel dan Sia tengah berjalan saat ini.
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as cafe menoreh
Read
+Library
Menantu Sultan

Menantu Sultan

Tingginya sebaya denganku, mengingatkan pada Reza yang juga tingginya tak jauh berbeda denganku. “Teh Citra?” tanyanya dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya. Kuanggukkan kepala, kami berjabat tangan dan saling mengucapkan nama. Pemilik cafe ini bernama Dadan dan suaranya halus sekali, terbilang agak tinggi untuk ukuran suara pria dewasa. “Mari, biar aku tunjukkan kamarnya ya...” “Maaf merepotkan ya kang,”
1020.2K viewsCompletedAdded to Library 604 Times as cafe menoreh
Read
+Library
Side Story of Erhan

Side Story of Erhan

Nadira mengedikkan bahu. Erhan tampak mengangguk-angguk mengerti. Kedekatan Nadira dengan kakak iparnya itu memang tidak bisa diragukan lagi. Erhan menegakkan tubuh, begerak setengah langkah dan berdiri di hadapan Nadira. "Temen aku punya cafe," ucap pria itu kemudian. "Nama cafenya Our Heaven. Kamu tahu?" Nadira menggeleng. "Dia mengusung tema private library. Disana ada rak-rak yang berisi buku fiksi dan non fiksi. Dia menamai cafenya Our Heaven karena ingin setiap pelanggannya yang gemar membaca merasa cafe itu seperti surganya pribadi. Buku-bukunya juga bisa disewa. Ada semacam kartu keanggotaan yang dibuat untuk para konsumennya. Ada area indoor, outdoor dan rooftop." Tutur pria itu men
9.825.0K viewsCompletedAdded to Library 599 Times as cafe menoreh
Read
+Library
Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

tanya Solenne menatap lurus dengan senyum menggoda pada Camille. "Semuanya berjalan lancar. Aku bahkan sudah bisa menghapal semua menu di cafe untuk di tawarkan kepada pelanggan. Hallo, Miss Solenne, selamat datang di cafe Lemoncello. Kami memiliki minuman dengan bahan dasar lemon yang segar, sangat nikmat dan juga cocok untuk Miss Solenne yang cantik. Apakah Miss Solenne tertarik mencobanya? Untuk menunya kami juga ada berbagai macam variant seperti bruschetta, panini, gnocci dan juga cake seperti di menu ini. Ada potongan diskon untuk transaksi di atas 50 Euro, akan mendapatkan potongan 10% karena pemilik cafe kami sangat tampan!" Camille mempraktekkan cara dia menyapa tamu yang datang ke
106.7K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as cafe menoreh
Read
+Library
Pengantin Pengganti untuk Suami Buruk Rupa

Pengantin Pengganti untuk Suami Buruk Rupa

Ia sendiri tidak mengerti kenapa hatinya memilih opsi yang sulit seperti ini, tapi saat membayangkan wajah lucu itu, Ed perlahan paham. Ia ingin melihat wajah Javier lagi. Meski bukan Javier, tapi Ed ingin melihat senyum ceria milik bocah itu. *** “Cassa Nueva– Books and Beverage.” Ed bergumam membaca nama cafe yang terukir memakai huruf sambung berwarna kecoklatan berkilau itu. Simpel dan elegan. Namun konsep cafe itu membuat Ed heran, karena tidak biasanya ada yang menyatukan konsep cafe dengan buku.
1077.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as cafe menoreh
Show Reviews (38)
Read
+Library
ENY YULIKA
Kalo tentang ide cerita setiap novel pasti memiliki keunikan tersendiri. Tapi tentang kekuatan bahasa novel ini adalah yang terbaik yang pernah saya baca. Author jelas memiliki kecerdasan tingkat tinggi yang tidak bisa saya bayangkan dari mana dia mendapatkannya. Satu kata "terima kasih"... .........
Rasmiyati
Aku baca beberapa bab dan masih belum selesai, tapi sejauh ini ceritanya bagus dan kebawa emosi dan perasaan juga, bagian paling berkesan sih dimana Ruby gak menyerah dan tetap pada pendiriannya bertahan sama Eduardo yang selalu bersikap kasar padanya.
Read All Reviews
Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Mereka kembali berjalan, dan akhirnya keluar dari taman untuk menuju kafe kecil yang Rafael sebut-sebut sejak kemarin. Kafe itu terletak di gang kecil, tidak besar, tapi interiornya hangat: lampu kuning redup, aroma kayu, dan rak penuh buku bekas di dinding. Barista menunduk ramah saat mereka masuk. “Ini tempat favorit aku,” kata Rafael sambil memilih meja di pojok. “Kecil, tapi enak buat duduk lama.” Nayla memandangi interiornya. “Kamu sering ke sini?”
102.4K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as cafe menoreh
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status