Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
THE VILLAINESS FINAL EMBRACE

THE VILLAINESS FINAL EMBRACE

"Cahaya redup itu? kamu kalah, Montague. Terimalah kenyataan bahwa kamu sudah kehilangan hakmu." ​Aku memainkan rambut merah mudaku, menikmati bagaimana kedua pria ini mulai saling menghunuskan aura sihir mereka. Dulu, waktu aku masih jadi Celestine si budak korporat, aku harus melerai rekan kerja yang berebut jatah lembur. Sekarang? Aku melerai dua pilar kerajaan yang memperebutkan satu dansa. Hidup ini benar-benar naik level.
434 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
100 Tugas Kesatria Pemburu Naga

100 Tugas Kesatria Pemburu Naga

Luke mengerutkan dahinya dan menghampiri cahaya tersebut. "Kau ... cahaya yang biasa membantuku?" tanya Luke. "Tentu saja bukan. Saya Reddious, cahaya merah yang dikirim dewa sebagai simbol kemarahan." "Simbol kemarahan?" "Benar. Saya terpanggil karena kemarahan Anda."
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
Suamiku Dari Desa Ternyata Tuan Muda

Suamiku Dari Desa Ternyata Tuan Muda

Pasalnya, sebentar lagi lampu-lampu akan diredupkan untuk menciptakan suasana romantis. Dalam hitungan beberapa detik setelah MC memberikan pengumuman, lampu di ballroom hotel diredupkan dan diganti dengan cahaya yang temaram. Mendadak dada Catleya sedikit sesak dan kepalanya pusing. Mungkin akibat efek hormon kehamilan, dia menjadi sensitif dengan perubahan cahaya di sekitarnya. Di tengah banyaknya tamu undangan yang menggandeng pasangan masing-masing, Catleya berusaha untuk mencari Rajendra. Namun dengan kondisi fisik yang tidak mendukung, ia seperti kehilangan arah.
9.998.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
Penghakiman sang Penguasa Dunia

Penghakiman sang Penguasa Dunia

Di antara sinar matahari yang baru terbit, sinar merah ini jauh lebih mendominasi, lalu mendarat dengan guncangan besar, memecahkan gelombang dengan suara gemuruh yang begitu kacau. Perlahan lahan di sekitar tertutupi jalur ledakan, dan semua itu berhenti dalam jarak 50 meter. Nadia yang berada di kota menjadi ngeri dengan ledakan yang menerbangkan angin begitu kencang, dia bahkan nyaris tidak dapat bertahan akibat terpaan angin. “Apa itu sebenarnya? Cahaya merah yang mengerikan...” “Seharusnya manusia tadi sudah mati, dia tidak akan mungkin bisa hidup kembali!”
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
Pengantin Pilihan Raja

Pengantin Pilihan Raja

Mataku dibuat membulat dengan lebarnya, saat melihat ada banyak sekali cahaya seperti bola-bola yang melayang di langit sampai ke tanah dan hinggap di pepohonan seperti kunang-kunang. "Hari lahirnya Utara yang baru, semua orang akan memberikan cahaya mereka pada tanah Utara." Penjelasan yang membuat aku mengangguk-anggukan kepalaku dengan sendirinya. Dia tersenyum lagi. "Dan ini adalah cahayaku!" ujarnya, mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya. Ke telapak tangannya, cahaya berwarna merah terlihat begitu indah menyala-nyala seperti kobaran api.
9.214.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
GodTales: Terjebak di Dunia RPG (Role-Playing Game)

GodTales: Terjebak di Dunia RPG (Role-Playing Game)

"Pemandangan yang indah. Itu benar-benar pertarungan dengan intensitas yang tinggi—" "—sebaiknya kau jangan lengah terhadap lawanmu!" Ketika Aria mengalihkan pandangannya, Red secara tidak terduga sudah berada di atas langit dan bersiap dengan palunya yang bercahaya untuk menyerang Aria. Dengan peringatan suara itu, Aria melihat ke atas, namun pandangannya dihalangi oleh sinar matahari yang menyilaukan. "Kena kau!" Red tersenyum tipis melihat rencana kecil untuk membutakan lawannya berhasil ia lakukan.
8.88.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
Antara Misi Dan Hati

Antara Misi Dan Hati

Hanya kedipan cahaya merah kecil… satu… dua… tiga… Tiga kali. Sementara itu – Barak Militer Ghana, 3 KM dari Perbatasan Seorang perwira jaga, Mayor Arta, sedang mengecek peta ketika seorang teknisi berlari masuk. “Pak! Cahaya tiga kedipan dari utara. Koordinat valid!” Mayor Arta langsung berdiri. “Tiga kedipan… itu bukan permintaan senjata.” “Bukan, Pak. Itu… personal.”
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
Cahaya di Ujung Jalan

Cahaya di Ujung Jalan

Itu adalah foto dirinya dan bayi kembar mereka yang diambil dari jarak dekat, seperti hasil jepretan kamera tersembunyi. Di bawah foto itu, ada satu kalimat yang tertulis: "Kami selalu mengawasi. Jangan pernah mencoba kabur." Sarah terjatuh ke lantai, amplop dan foto itu jatuh dari tangannya. Ia memeluk kedua bayinya erat-erat, tubuhnya gemetar hebat. Siapakah dalang di balik semua ini? Apakah Fajar dapat menyelesaikan kesepakatan tanpa membahayakan keluarganya? Dan siapa sebenarnya yang terus mengawasi mereka?
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
Langkah Terakhir Grand Duchess

Langkah Terakhir Grand Duchess

"Aku berjanji, saat fajar lusa tiba, cahaya merah itu akan padam selamanya. Dan kita akan membangun ayunan untuk mereka di bawah pohon mawar tanpa perlu takut akan adanya ancaman dari cakrawala." Di benua Arcania, Kaelen dan timnya bergerak seperti hantu di antara bebatuan tajam. Mereka melihat menara energi yang memancarkan cahaya merah itu. Elara berdiri di puncaknya, rambut peraknya berkibar ditiup angin kencang. Ia tampak seperti penyihir dari zaman kuno, dikelilingi oleh kabel-kabel energi yang berdenyut. "Aktifkan fase kedua!" teriak Elara. "Biarkan realitas ini bertekuk lutut di hadapan kebenaran Arcania!"
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Aura merah semakin kuat menekan kekuatan cahaya milik pemuda tersebut. "Dewa Bintang Merah...? Dewa apa itu...? Apakah dia berasal dari Alam Lima Warna?" batin Bara. Bsssh! Ledakan gelombang merah yang sangat kuat terjadi. Kali ini Bara tak bisa mempertahankan genggaman tanganya sehingga tombak tersebut akhirnya terlepas. Tubuh Dewa Cahaya terpental jauh hingga ratusan tombak dan berhenti setelah menabrak beberapa pilar istana berukuran raksasa hingga hancur. Puing dari pilar raksasa itu mengubur Bara Sena disertai suara gemuruh.
8.962.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai cahaya redup
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status