Ada satu momen dalam 'Attack on Titan' yang bikin merinding setiap kali diingat—lagu 'Call of Silence' yang haunting itu ternyata jadi tema untuk Ymir, karakter misterius yang punya perjalanan emosional bikin ngilu. Awalnya dikira cuma figuran, ternyata dia punya backstory dalam tentang jadi 'Founding Titan' tanpa disadari, dikutuk hidup ratusan tahun dalam bentuk titan sebelum akhirnya memilih mati demi cinta pada Historia. Yang bikin lagu ini semakin dalem, liriknya kayak bisikan dari lubuk hati Ymir sendiri, pertanyaan existential tentang tujuan hidup dan pengorbanan. Setiap denger lagu ini, langsung kebayang ekspresi pasrah tapi tenang di wajahnya pas memutuskan gak kabur lagi dari takdir.
Yang menarik, Ymir ini antithesis dari protagonis kebanyakan—dia gak berjuang melawan nasib, tapi menerimanya dengan cara tragis. Lagu 'Call of Silence' itu kayak mahkota duri buat karakternya, simbol penderitaan yang akhirnya dia anggap sebagai bagian dari identitas. Justru di sinilah kejeniusan Isayama: bikin karakter minor yang filosofisnya nempel di memori penonton.