JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
“Mel, kamu percaya tentang film layar lebar ‘Neraka Itu Nyata’ yang menceritakan perjalanan seorang tumbal? Orang musryik sekutu setan jika melakukan perjanjian selalu menganggap tumbal adalah nyawa. Tidak peduli dia cucu atau anak, semakin kentalnya hubungan darah, semakin kamu akan menjadi incaran.”
Aku tiba-tiba berada di hadapan Rahma, di tempat pendopo Bibi, setahun yang lalu. Gadis berkerudung cerah itu menatapku penuh gurat kesedihan, matanya yang nanar penuh penekanan. Sepertinya aku sedang mengulang waktu lagi dalam khayalan belaka.
‘Cucu, hubungan darah, tumbal, neraka. Semua yang Rahma ucapkan itu sudah benar-benar nyata di rumah Eyang.’