KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
“Kesabaran adalah kunci terbesar, Jaya. Jangan terburu-buru. Seorang petani tidak bisa memanen padi hanya dalam satu malam, bukan? Ia harus menanam, menyiram, dan menunggu dengan sabar. Begitu juga dengan kekuatan dalam dirimu. Coba lagi, tapi kali ini, jangan hanya memikirkan gerakan napas. Coba rasakan apa yang ada di sekitarmu.”
Jaya mengangguk, mencoba menenangkan hatinya. Ia memejamkan mata, menarik napas perlahan, dan kali ini ia benar-benar berkonsentrasi. Perlahan, rasa tidak sabar di dadanya mulai mereda. Udara yang ia hirup terasa lebih sejuk, seolah membawa kesegaran dari hutan di kejauhan. Saat ia menghembuskan napas, ketegangan di bahunya perlahan hilang.