Jebakan Cinta sang CEO
ucapnya
Rasenda membaca dokumen tersebut, lalu membubuhkan tanda tangan tanpa ragu. Setelah itu, dia memberikannya padaku.
“Tanda tangan,” ucapnya.
Aku menaikkan alis kananku, melihat kelakuan Rasenda yang tidak sesuai dengan kebiasaan. Biasanya dia akan memintaku untuk membaca ulang, namun kali ini dia tidak berkata demikian.
Demi menghindari hal-hal yang merugikan diri-sendiri di hari mendatang, lebih baik aku baca dahulu sebelum menandatanganinya. Kata per kata kuperiksa dengan teliti. Tak akan aku biarkan ada satu yang terlewat.