Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit
“Dek, kamar yang kamu bilang ada talinya itu, udah mas lihat, syahdu di dalamnya. Jendelanya da dua, yang satu ngadap ke jalan depan, pas banget sinar matahari pagi masuk. Nah yang sebelah kiri itu menghadap ke arah kebun. Cocok banget untuk honeymoon, Dek. Nanti kita dekor, pasang aroma-aroma yang enak, biar rileks.”
Aku tak tahu bagaimana ekspresi Mas Halid sekarang ketika membicarakan kamar misterius itu. Yang aku dengar dia sepertinya sangat antusias. Bahkan berniat untuk merombak kamar itu.
“Kamu yakin, Mas?”
"Iya, Dek, mas suka sama kamarnya. Untuk kita honeymoon aja, kalau sehari tetapi di bawah, biar kamu nggak kecapekan, naik turun tangga."