Pura-Pura Rebahan
Ya tuhan, aku merarik napas jengkel saat melihat senyum itu, senyum khas pria berkulit putih itu.
“Om, jangan keras-keras kenapa manggil namaku! Aku sedang dalam penyamaran ini, panggil aku Vaulina!” bisikku dengan melototi wajah yang terlihat cengengesan itu.
“Mbak Desi, ajak anak-anak untuk main ke ‘funstation’ duluan! Ini uang buat isi saldo kartu permainannya!” ujarku dengan memberikan lima lembar uang seratus ribuan.