Namanya, Kalendra
Walaupun Lalisa pura-pura sibuk menghabiskan teh manisnya, tapi aku yakin dia sedang menyimak apa yang dikatakan oleh Kale.
"Ya kan kalau mau nikah sama cewek yang kamu suka, kamu harus pacaran dulu, Kal," sanggah ku.
Tapi Kale kemudian menggeleng.
"Enggak harus, Mbak. Saya hanya perlu memperhatikan dia diam-diam, melihat apa dia punya perasaan kayak saya atau enggak. Kalau memang iya, sambil menunggu waktu tepat dan memastikan dia belum ada yang punya, saya tinggal menguji keberuntungan saya dan menguji ketentuan apakah dia jodoh saya atau bukan dengan melamarnya. Kalau dia terima dan semua berjalan lancar, berarti dia jodoh saya. Kalau enggak, berarti ya bukan."
Hot Chapters