Suami Perkasa
“Kita berdua manusia, Carlos. Tidak ada manusia yang bisa membagi cinta dengan persentase yang adil. Hati tidak mengenal matematika.”
Carlos tertawa kecil, getir tapi lega. “Kau tahu? Dulu aku pikir aku bisa mencintai kalian semua dengan porsi yang sama. Keira, Sukma, Ruby, Livia larisa… aku ingin menjadi suami yang adil. Tapi ternyata, hati ini seperti timbangan yang selalu condong ke satu sisi tanpa bisa kuatur.”
Sukma menatapnya dalam, lalu berkata pelan, “Dan ternyata Keira ada di urutan pertama, ya?”
Hot Chapters