KARMA
Ya sudah, kita ke restoran sekarang isi cacing dalam perut," ucapku seraya masih memegang tangannya. Entah, berat sekali melepas genggaman tangan itu.
"Mas kan mau bawa mobil, lepasin tangan Rara."
"Mas bisa bawa dengan satu tangan."
"Tapi itu bahaya."
"Selama dengan kamu, semua akan terasa aman."
Cup!
Ku-kecup lagi tangannya. Segera aku pun menyalakan mesin roda empat ini.
Hot Chapters