Jerat Pemikat
“Tentu saja, minumnya jamu kuat. Bukan jamu abal abal. Ntar nini buatkan buat kalian, biar nambah buyut.”
Aku tersenyum saja lalu membawa bawaan ke dalam rumah. Rumah ini tidak terlalu mewah, tapi lumayan nyaman. Ada pohon mangga yang sedang berbuah di depan rumah, juga beberapa tanaman sayur yang ditanam tertata di samping halaman. Di sekitar rumah, ada bunga mawar dan beberapa bunga lain yang mengundang kupu kupu tentunya.
“Barangnya langsung masukin kamar saja, Lang. Kamu sama Asma barengan aja, biar ada yang jagain kalau tidur,” ucap Mamak.
Hot Chapters