Bukan Surga Terindah
“Aku sudah cari beberapa rumah yang dekat dengan rumah sakit. Aku nggak mau kamu terlalu capek kalau harus bolak-balik dari panti atau hotel setiap kali ada jadwal kemo. Coba kamu pilih yang mana yang kamu suka. Semuanya siap huni, sudah ada perabotannya juga.”
Rumi melihat foto-foto itu dengan hati-hati. Ada beberapa pilihan yang terlihat besar dan mewah, tetapi dia langsung memilih rumah yang sederhana, dengan dua kamar tidur dan halaman kecil. “Mas, aku suka yang ini. Rumahnya nggak terlalu besar, tapi kelihatannya nyaman,” ujarnya sambil menunjuk layar ponsel.
“Tapi ini kecil rumahnya,” kata Hanan.
Hot Chapters